display litra

Periodisasi Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah

Keberadaan Daulah Abbasiyah berlangsung sampai tahun 656 H/1258 M. Masa yang panjang itu dilalui dengan pola pemerintahan yang berubah-ubah sesuai dengan perubahan politik, sosial, budaya, dan penguasa. Berdasarkan perbedaan pola dan perubahan politik itu juga mengingat masa berkuasa daulah Abbasiyah ini cukup lama. Para sejarawan membagi masa kekhalifahan Dinasti Abbasiyah kepada empat periode.

Periodisasi Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah
Sejarah Kebudayaan Islam

1. Periode Abbasiyah I (132-232 H/750-847 M)

Periode pertama Dinasti Abbasiyah berlangsung selama 97 tahun dan dipimpin oleh sembilan orang khalifah. Mulai dari Abu Abbas as-Safah (132-136 H/750754 M) sampai khalifah al-Watsiq (227-232 H/842-847 M). Periode ini disebut dengan periode keemasan Dinasti Abbasiyah.
Bahkan dapat dikatakan sebagai periode keemasan Islam di dunia. Abu Abbas dan Abu Ja’far Al-Mansur telah meletakan dasar-dasar pemerintahan, dan keemasan terjadi pada masa tujuh khalifah berikutnya. Selain memiliki wilayah yang sangat luas, dinasti ini mencapai kemajuan Deradaban di berbagai bidang. llmu pengetahuan dan filsafat berkembang pesat, demikian juga dengan seni budaya, politik, militer, dan perekonomi. Para khalifah yang memimpin pada periode ini selain ahli dalam

ketatanegaraan, politik, dan pemerintahan, mereka sangat mencintai ilmu pengetahuan, peradaban, dan dikenal dekat dengan ulama (ilmuwan). Puncak keberhasilan daulah ini berada pada masa khalifah Harun ar-Rasyid (786-809 M) dan putranya al-Makmun (813-833 M).

Para Khalifah yang memimpin Dinasti Abbasiyah periode pertama adalah:

1) Abu] Abbas as-Safah (132-136 H/750-754 M).
2) Abu Ja’far al-Mansur (136-158 H/754-775 M).
3) Al-Mahdi (158-169 H/775-785 M).
4) Musa al-Hadi (169-170 H/785-786 M)m
5) Harun ar-Rasyid (170-193 H/786-809 M) l.
6) Al-Amin (193-198 H/809-813 M).
7) Al-Makmun (198-218 H/813-833 M).
8) Al-Mu’tasim Billah (218-227 H/833-842 M).
9) Al-Watsiq (227-232 H/842-847 M).

2. Periode Abbasiyah ll (232-334 H/847-946 M)

Periode ini berlangsung selama 99 tahun dan dipimpin oleh 13 khalifah. Periode ini bisa dikatakan sebagai awal melemahnya Dinasti Abbasiyah. Kebijakan Khalifah al-Mu’tasim (218-227 H/833-842 M) terhadap unsur Turki dalam masalah ketentaraan membuat praktik kebiasaan orang-orang muslim mengikuti perjalanan perang menjadi terhenti. Pasukan tentara terdiri dari prajurit-prajurit Turki yang profesional. Banyak pula di antara orang-orang Turki yang diberi jabatan gubernur dan panglima perang. Akibatnya, tentara menjadi sangat dominan dan banyak memberikan pengaruh kepada khalifah.

Khalifah al-Mu’tasim (218-227 H/833-842 M) dan khalifah sesudahnya yaitu al-Watsiq (842-847 M) mampu mengendalikan mereka. Akan tetapi, khalifah al-Mutawakkil (232-247 H/847-861 M) yang merupakan khalifah awal periode ini merupakan khalifah yang lemah. Pada masanya, orang-orang Turki dapat merebut kekuasaan dengan cepat setelah al-Mutawakkil wafat. Merekalah yang memilih dan mengangkat khalifah sesuai kehendak mereka. Dengan demikian, kekuasaan tidak lagi ada di tangan khalifah Bani Abbas, walaupun mereka tetap berada pada jabatan khalifah. Keberadaannya hanya sebagai simbol belaka.
Kekuasaan Dinasti Abbasiyah pada periode ini menjadi lemah, akibatnya banyak daerah-daerah kecil yang berusaha melepaskan diri dan tidak mampu diatasi.

Berikut faktor-faktor penting lain yang menyebabkan kemunduran Dinasti Abbasiyah pada periode ini.

1. Luasnya wilayah yang harus dikendalikan      sedangkan orgajisasi dan komujikasi rapuh/lemah.
2. Ketergantungan kepada tentara sangat tinggi sehingga menurunkan semangat rakyat dalam membela negara.
3. Kesulitan keuangan karena beban              pembiayaan tentara sangat tinggi.

Periode Dinasti Abbasiyah II dipimpin oleh 13 orang khalifah. yaitu:

1) Al-Mutawakkil (232-247 H/847-861 M)
2) AI-Muntashir (247-248 H/861-862 M)
3) Al-Musta’in (248-252 H/862-866 M)
4) Al-Mu’taz (252-255 H/866-869 M)
5) Al-Muhtadi (255-256 H/869-87O M)
6) Al-Mu’tamid (256-279 H/870-892 M)
7) Al-Mu’tadhid (279-289 H)/892-902 M)
8) Al-Muktafi (289-295 H/902-908 M)
9) Al-Muqtadi (295-320 H/908-932 M)
10) Al-Qahir (320-322 H/932-934 M)
11) Al-Radhi (322-329 H/934-94O M)
12) Al-Muttaqi (329-333 H/940-944 M)
13) Al-Mustakfi (333-334 H/944 M-945 M).

3. Periode Abbasiyah III

Pada periode ini, Dinasti Abbasiyah berada di bawah kekuasaan Bani Buwaihi. Mereka adalah para penganut aliran Syi’ah yang berhasil mendirikan dinasti di sebelah barat laut Iran. Ketika kekuatan mereka bertambah besar, masyarakat sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Orang-orang terkemuka di Baghdad mempersilakan mereka memasuki Baghdad dan Khalifah al-Mustakfi tidaki bisa berbuat apa-apa.

Sejak diangkatnya Khalifah al-Mu’thi (334-363 H/945-974 M), kedudukan khalifah benar-benar hanya sebagai boneka yang dikendalikan oleh Bani Buwaihi. Oleh karena itu, selama satu abad periode ini berlangsung, para khalifah tidak mampu berbuat banyak untuk mempertahankan kedaulatan negara. Meskipun demikian, dalam bidang ilmu pengetahuan Dinasti Abbasiyah terus mengalami kemajuan dalam periode ini. Pada masa ini muncul pemikir-pemikir besar seperti al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Biruni, Ibnu Maskawaih. Selain itu, bidang ekonomi, pertanian, dan perdagangan juga mengalami kemajuan. 

Khalifah-khalifah yang berkuasa pada periode ini adalah:

1) Al-Mu’thi (334-363 H/945-974 M)
2) At-Tha’i (363-381 H/974-991 M)
3) Al-Qadir (381-422 H/991-1031 M)
4) Al-Qayyim (422-467 H/1031-1075 M)
5) Al-Muqtadi (467-487 H/1075-1094 M)

4. Periode Abbasiyah IV

Periode ini berlangsung sekitar 164 tahun. Jika pada periode sebelumnya kekuasaan Abbasiyah berada di bawah kendali Bani Buwaihi, maka pada periode ini kekuasaan berada di bawah kendali kaum Saljuk dari Turki. Saljuk adalah nama keluarga penguasa suku-suku Oghuz di Turki. Saljuk adalah nama suku yang diambil sebagai penghormatan atas nenek moyang mereka bernama Saljuk bin Yakak.

Kehadiran Bani Saljuk di Baghdad sebenamya atas undangan khalifah untuk menghilangkan pengaruh Bani Buwaihi. Namun pengaruh mereka akhirnya tak terkendali setelah para khalifah Abbasiyah menempatkan mereka Pada , jabatan-jabatan penting kerajaan, seperti panglima perang, gubernur, dan wazir (menteri).

puncak pengaruh kaum saljuk terhadap kekhalifahan Bani abbas dimulai tahun 510 H/1116 M sampai tahun 656 H/1258 M ketika tentara Mongol membumi hanguskan kota Baghdad dan segala isinya yang menandai berakhirnya Dinasti Abbasiyah.

Yang memimpin Dinasti Abbasiyah pada periode ini adalah: 

1) Al-Mustadzhir (487-521 H/1094-1118 M) 
2) Al-Mustarsyid (521-529 H/1118-1135 M) 
3) Ar-Rasyid (529-530 H/1135-1136 M) 
4) Al-Muktafi (530-555 H/1136-116O M) 
5) Al-Mustanjid (555-566 H/1160-1170 M) 
6) Al-Mustadhi (566-575 H/1170-1180 M) 
7) An-Nasir (575-622 H/1180-1225 M) 
8) Az-Zahir (622-623 H/1225-1226 M) 
9) Al-Mustanhir (623-640 H/1226-1242 M) 
10) Al-Musta’shim (640-656 H/1242-1258 M) 

Dari keempat periode ini, dinasti abbasiyah melahirkan 37 orng khalifah. Bayak kemajuan yang telqh diraih oleh dinasti ini di bagi          berbagai bidang peradaban, ilmu            pengetahuan, militer, ekonomi, sosial,            arsitektur dan sebagainya. 
Dari 37 khalifah yang memimpin dinasti abbasiyah hanya sembilan khalifah periode pertama yang paling bayak jasa-jasanya.





1 Response to "Periodisasi Kekhalifahan Dinasti Abbasiyah "

  1. Seperti yang di katakan pemimpin tdk selama nya memimpin ada setiap pemimpin pasti diganti2 dan setiap pemimpin sikapnya beda2

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel