display litra

Sejarah Olahraga Sumo Terlengkap

Pada tulisan kali ini akan dibahas mengenai sejarah awal mula sumo dan arena pertandingan sumo, semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan pembaca dalam olahraga sumo. 

Sejarah awal mula sumo

Sumo adalah olahraga saling dorong antara dua orang pesumo yang berbadan gemuk sampai salah seorang didorong keluar dari Iingkaran atau terjatuh dengan bagian badan selain telapak kaki menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran. Rikishi atau Pesumo haruslah berbadan besar dan gemuk karena dalam olahraga sumo semakin besar seorang pegulat sumo maka semakin besar pula kemungkinannya untuk menang. 

Sejarah Olahraga Sumo
Sumo

Sumo adalah olahraga asli dari Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang Ialu. Di negara tetangga seperti Korea dan Monggolia juga terdapat tradisi gulat tradisional yang mirip sumo. 

Sumo mempunyai berbagai tradisi dan upacara unik seperti menyebarkan garam sepanjang area pertandingan untuk mengusir bala. 

Seperti halnya dengan berbagai jenis gulat yang ada di berbagai belahan dunia, sumo sudah dikenal di sakura atau negara Jepang sejak zaman prasejarah. Literatur klasikbyang ditemukan di Jepang pada abad ke delapan Masehi, olahraga sumo awalnya disebut atau dikenal dengan sebutan Sumai. 

Sumo dalam bentuk yang kita kenal sekarang ini mungkin berbeda dengan “sumo” di zaman dahulu. Pegulat sering bertarung sampai mati karena peraturan-peraturan yang ada masih sedikit. 

Sejak dahulu Penguasa di negara Jepang di abad ke enam belas yang bernama Oda Nobunaga sering mengadakan pertandingan atau turnamen sumo. Bentuk ring sumo seperti yang kita kenal sekarang ini berasal dari zaman Oda Nobunaga, masih terjaga keasliannya. Adapun pakaian (mawashi) pada zaman sekarang, terbuat dari kain yang bagus dan kaku, sedangkan pegulat sumo di masa Oda Nobunaga masih memakai penutup tubuh bagian bawah dari kain kasar yang Ionggar. 

Kemudian sumo di zaman Edo (pengganti Oda Nobunaga), pegulat sumo saat bertanding sudah mulai dengan mengenakan mawashi bermotif indah dan gagah yang disebut kesho mawashi, dan di zaman sekarang ini kesho mawashi hanya dikenakan pegulat sumo pada saat berparade di atas dohyo di awal pembukaan turnamen. 

Sumo sering dikaitkan dengan ritual dalam agama Shinto. Sampai sekarang, di beberapa kuil Shinto masih diselenggarakan pertarungan antara pegulat sumo. 

Penampilkan hiburan pertandingan sumo profesional sudah ada dan dimulai sejak zaman Edo. Pegulat olahraga sumo ini pada masa itu konon berasal dari ronin atau samurai yang butuh sumber penghasilan tambahan. 

Pada zaman moderen sekarang ini, olahraga sumo profesional diatur oleh Asosiasi Sumo Jepang (Nihon Sumo Kyokai). Anggota organisasi ini terdiri dari beberapa Oyakata yang semuanya merupakan mantan pegulat sumo yang sudah pensiun. Oyakata adalah pimpinan pusat Iatihan (heya) tempat bernaung para pegulat sumo profesional. Aturan organisasi menetapkan bahwa perekrutan calon dan pelatihan pegulat sumo hanya berhak dilakukan oleh Oyakata. Di Jepang saat ini terdapat sekitar 54 pusat Iatihan sumo (heya), yang beranggotakan sekitar 700 pegulat sumo. 

Arena Zumo,  Dahyo

Dohyo adalah nama sebuah tempat atau arena untuk pertandingan sumo. Adapun ukurannya adalah panjang tiap sisinya 570 cm, tingginya 66 cm dan diameter lingkaran penandingannya 455 cm yang dibuat di atas tanah. 

Arena tanding olahraga sumo memiliki atap seperti atap kuil agama Shinto yang disebut tsuriyane yang beratnya mencapai 6 ton. Di keempat sudut atap tsuriyane ini tergantung jumbai jumbai raksasa yang melambangkan empat musim di Jepang, yaitu jumbai berwarna hijau di sisi timur melambangkan haru (musim semi), jumbai berwarna putih di sisi barat melambangkan aki (musim gugur), jumbai berwarna merah di sisi selatan melambangkan natsu (musim panas), dan jumbai berwarna hitam di sisi utara melambangkan fuyu (musim dingin). 


0 Response to "Sejarah Olahraga Sumo Terlengkap"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel