display litra

Jenis Kecelakaan Kerja di Laboratorium dan Penenganannya

Pada tulisan ini akan di jelaskan mengenai beberapa poin tentang kecalakaan yang biasa terjadi pada laboratorium. 
Berikut penjelasannya: 

A. Penyebab Kecelakaan di Laboratorium

Kecelakaan bisa saja terjadi pada pekerjaan apa pun, di mana pun, dan kapan pun termasuk dalam laboratorium. Kecelakaan dapat menyebabkan kerugian fisik ataupun material serta sering kali menimbulkan trauma. 
Laboratorium
Beberapa penyebab timbulnya kecelakaan di laboratorium antara lain; 
  1. Adanya bahan-bahan kimia dan agen biologi yang berbahaya di laboratorium.
  2. Adanya sumber penunjang lain dalam laboratorium yang juga berpotensi bahaya (sumber api, gas, air, dan listrik).
  3. Kondisi ruangan yang kotor dan tidak terorganisir.
  4. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang alat, bahan, dan proses dalam suatu praktikum. 
  5. Kurang jelasnya petunjuk kegiatan laboratorium dan juga Kurangnya pengawasan dari pembimbing selama melakukan kegiatan di laboratorium.
  6. Kekeliruan dalam merencanakan atau mendesain prosedur percobaan (praktikum). 
  7. Kurang ketersediaan alat pengaman, perlengkapan pelindung badan, maupun alat pengaman lainnya.
  8. Tidak menggunakan peralatan atau bahan yang sesuai.
  9. Tidak dipatuhinya instruksi atau aturan tata tertib.
  10. Tidak cermat atau kurang bersikap hati-hati dalam melakukan percobaan. 

b. Jenis kecelakaan yang berpotensi terjadi di laboratorium. 

Saat praktikum di laboratorium, siswa banyak menggunakan berbagai bahan kimia, peralatan gelas, dan instrumen khusus yang dapat berpotensi terjadi kecelakaan bila dilakukan dengan cara yang tidak tepat. Berdasarkan penyebabnya, kecelakaan yang berpotensi terjadi di laboratorium dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. 
  1. Terkena sengatan listrik, Bekerja di laboratorium pasti menggunakan sumber listrik. Terlebih untuk praktikum Iisika. Cara pencegahan agar tidak terkena sengatan listrik, antara lain dengan menggunakan sandal atau sepatu saat menghubungkan listrik ke sumbernya. 
  2. Terjatuh, Kondisi lantai yang licin di laboratorium atau kondisi sepatu yang licin dapat menyebabkan praktikan terjatuh dan mengalami cedera. 
  3. Keracunan bahan-bahan beracun, Racun adalah bahan yang bila masuk ke dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat membahayakan fungsi normal tubuh sehingga mengganggu kesehatan bahkan mengakibatkan kematian. Jalan masuk racun dapat melalui mulut (tertelan), paru-paru (terhirup), dan kulit (meresap melalui kulit). Gejala umum keracunan, antara lain sakit perut, mual dan muntah, diare, rasa terbakar dari mulut sampai lambung, sulit bernapas, dada rasa terjepit, telinga mendengung, pandangan kabur, berbau asap (gas), pernapasan bau, kulit berubah warna atau gatal, bibir dan kulit kebiruan, kesadaran menurun atau tidak sadar, serta sakit kepala. 
  4. Luka, Luka dapat terjadi akibat terbakar, tersentuh bahan yang sangat panas, terpercik bahan kimia, atau tertusuk benda tajam (misalnya jarum, potongan seng, besi, atau pecahan gelas). Bagian tubuh yang rentan terluka yaitu tangan, kaki, dan wajah.
  5. Tumpahan zat, Tumpahan zat dapat menyebabkan keracunan jika terserap kulit, iritasi, ataupun kontak dengan kulit yang luka. Tumpahan zat harus segera diisolasi, dinetralisasi, dan dibersihkan. 
  6. Kebakaran, Kebakaran dapat disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang mudah menyala dan ledakan yang disebabkan oleh reaksi kimia. Selain itu, api juga berasal dari korsleting listrik, api pembakar bunsen, api rokok, benda panas, dan cahaya matahari langsung yang mengenai botol atau labu (pada musim panas, botol dan labu dapat berperan sebagai lensa). 

c. Upaya pencegahan kecelakaan di laboratorium

Sebenarnya kecelakaan kerja di laboratorium dapat dihindari apabila semua praktikan atau siswa mematuhi tata tertib dan paham mengenai tanggung jawabnya masing-masing. Usaha untuk menghindarkan diri dari kecelakaan laboratorium tersebut sangat tepat apabila diikuti dengan tindakan pengamanan antar sesama siswa. 

Selain lebih berhati-hati agar kecelakaan tidak terjadi maka perlu dilakukan beberapa upaya pencegahan, antara lain: 
  1. Mendesain tempat kerja serapi mungkin.
  2. Hindarkan lorong yang sesak, kertas yang berserakan, serta simpan barang pada tempat yang semestinya. 
  3. Setiap praktikan yang menggunakan laboratorium harus mengetahui tempat dan cara penggunaan perlengkapan darurat, pemadam kebakaran, dan pencuci mata. 
  4. Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai saat melakukan percobaan. 
  5. Mengidentifikasi kemungkinan timbul bahaya pada percobaan yang akan dilakukan. 
  6. Memberi tanda peringatan yang jelas di dekat setiap alat, reaksi, atau kondisi yang berbahaya.
  7. Membuang bahan buangan pada tempat khusus. Contoh bahan buangan tersebut, yaitu cairan, kaca, sobekan kain, kertas, dan sebagainya.
  8. Menjaga agar suasana praktikum tetap tenang dan tetap waspada bila ada kecelakaan. 
  9. Menyediakan kotak P3K yang mudah dijangkau secara cepat. 

Itulah penjelasan mengenai kecelakaan yang ada dalam laboratorium, semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan pembaca Terima kasih

Daftar pustaka

0 Response to "Jenis Kecelakaan Kerja di Laboratorium dan Penenganannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel