display litra

Inilah Sejarah Pahlawan Pada Uang Rp. 2000 Keluaran Tahun 2000 dan 2016

Pada tulisan ini akan dijelaskan siapa sih pahlawan pada uang pecahan 2000 an yang di keluarkan oleh pemerintah kita pada tahun 2000 dan 2016, mari kita simak penjelasan sejarahnya.
Pahlawan Pada Uang Rp. 2000 Keluaran 2000 dan 2016
Uang Rp. 2000 ,tahun 2009 dan 2016

Pangeran Antasari

Sosok pahlawan yang ada pada desain depan uang Rp. 2.000,dan diterbitkan pada tahun 2009 adalah Pangeran Antasari atau memiliki nama kecil Gusti Inu Kartapati, dia adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Kalimantan Selatan. Nama Pangeran Antasari diabadikan pada Korem 101/Antasari dan digunakan sebagai julukan untuk Kalimantan Selatan yaitu Bumi Antasari. Lahir di Kayu Tangi, Kesultanan Banjar pada tahun 1797 (dalam beberapa sumber buku lainnya disebutkan bahwa Pangeran Antasari lahir di tahun 1809). Pangeran Antasari meninggal di Bayan Begok, Sampirang, Kalimantan Tengah pada tanggal 11 Oktober 1862 di usia 65 tahun.
Pahlawan Pada Uang Rp. 2000 Keluaran 2000 dan 2016
Pangeran Antasari

Pada saat itu, Kayu Tangi merupakan ibukota Kesultanan Banjar, sedangkan saat ini Kayu Tangi digunakan untuk penamaan daerah baru untuk kawasan di sepanjang Jalan Brigjend. Hasan Basry, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Pangeran Antasari bukan hanya dikenal sebagai pemimpin Suku Banjar, dia juga merupakan pemimpin Suku Siang, Sihong, Ngaju, Maanyan, Kutai, Pasir, Murung, Bakumpai dan beberapa suku lainya yang berada di kawasan pedalaman atau sepanjang Sungai Barito, baik yang beragama Islam maupun Kaharingan. Saat ini kawasan tersebut termasuk di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Para panglima Dayak, para alim ulama, bangsawan-bangsawan Banjar beserta dengan rakyat dengan suara bulat mengangkat Pangeran Antasari menjadi ”Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin", yaitu pemimpin pemerintahan, panglima perang dan pemuka agama tertinggi.

Sejarah menceritakan Pangeran Antasari beserta 300 prajuritnya terlibat pertempuran besar dengan Belanda atau terkenal sebagai Perang Banjar. Perang tersebut terjadi pada saat Pangeran Antasari dan prajuritnya menyerang tambang batu bara milik Belanda di Pengaron tanggal 25 April 1859. Selanjutnya peperangan demi peperangan antara Belanda dengan Pangeran Antasari dan pasukannya terjadi di seluruh wilayah Kerajaan Banjar. Pangeran Antasari menyerang pos-pos Belanda di Martapura, Hulu Sungai, Riam Kanan, Tanah Laut, Tabalong, sepanjang sungai Barito sampai ke Puruk Cahu.

Pertempuran berlangsung semakin sengit antara pasukan Pangeran Antasari dengan pasukan Belanda, pertempuran tersebut tidak seimbang karena pasukan Belanda dipersenjatai peralatan modern. Walaupun terdesak mundur, Pangeran Antasari tidak pernah menyerah. Ia lebih memilih untuk memindahkan pusat benteng pertahanannya di Muara Teweh.

Berulang kali Belanda membujuk Pangeran Antasari untuk menyerah, namun Pangeran
Antasari tidak pernah bergeming. Bahkan dalam beberapa peperangan, Belanda menawarkan hadiah kepada siapa pun yang mampu menangkap dan membunuh Pangeran Antasari dengan imbalan 10.000 gulden. Tetapi tidak ada satu pun rakyat Kerajaan Banjar atau pasukan Pangeran Antasari yang berkhianat, semua setia pada Pangeran Antasari untuk terus memerangi Belanda.

Setelah sekian lama berjuang bersama dengan rakyat, Pangeran Antasari wafat di tengah-tengah pasukannya tanpa pernah menyerah, tertangkap apalagi tertipu oleh bujuk rayu Belanda. Pangeran Antasari wafat pada tanggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok dalam usia sekitar 65 tahun. Di akhir hidupnya Pangeran Antasari terkena penyakit cacar dan sakit paru-paru. Penyakit tersebut diderita oleh Pangeran Antasari setelah terjadi pertempuran di bawah kaki Bukit Bagantung, Tundakan. Setelah wafatnya Pangeran Antasari, perjuangan dilanjutkan oleh puteranya yang bernama Muhammad Seman.

Pangeran Antasari merupakan sosok yang religius, dengan seruan “Hidup untuk Allah dan Mati untuk Allah.” ' telah mengawali perjuangan rakyat Kerajaan Banjar dalam melawan penjajah Belanda. Salah satu seruan Pangeran Antasari dalam melawan penjajah adalah “Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing”, kurang lebih artinya adalah berusaha sampai akhir, tidak boleh menyerah dan tidak mudah putus asa. Karakter tangguh, tidak mudah menyerah, cinta tanah air serta berani melawan penindasan yang dimiliki oleh Pangeran Antasari berhasil memberikan perlawanan yang sengit terhadap penjajahan Belanda. Ia juga berhasil menyatukan berbagai wilayah di Kalimantan sehingga perjuangannya bersama rakyat Kalimantan tidak pernah bisa dikalahkan oleh Belanda.

Muhammad Husni

Sosok pahlawan pada uang Rp. 2.000,yang diterbitkan pada tahun 2016 adalah Mohammad Husni Thamrin. Dia adalah seorang politisi era Hindia Belanda yang kemudian dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai nama jalan protokol di kota Jakarta yaitu Jl. MH Thamrin. Mohammad Husni Thamrin lahir di Weltevreden, Batavia (daerah Sawah Besar, Jakarta) pada tanggal 16 Februari 1894 dan meninggal di Senen, Batavia pada tanggal 11 Januari 1941 di usia 46 tahun.
Pahlawan Pada Uang Rp. 2000 Keluaran 2000 dan 2016
Muhammad Husni

Mohammad Husni Thamrin dikenal sebagai salah satu tokoh Betawi yang pertama kali menjadi anggota Volksraad atau Dewan Rakyat di Hindia Belanda, dia mewakili kelompok pribumi atau Inlanders. Mohammad Husni Thamrin juga merupakan salah satu tokoh penting dalam dunia sepak bola Indonesia karena pernah menyumbangkan dana sebesar 2000 Gulden pada tahun 1932 untuk mendirikan lapangan sepak bola khusus bagi rakyat Hindia Belanda pribumi yang pertama kali di daerah Petojo, Batavia (sekarang Jakarta).

Nama kecil Mohammad Husni Thamrin adalah Matseni, ayah Husni Thamrin bernama Mohammad Tabri Thamrin dengan ibu bernama Nurkhamah. Mohammad Tabri Thamrin merupakan seorang wedana, jabatan tersebut sangat terpandang pada masa tersebut. Seorang wedana membawahi beberapa asisten wedana (camat). Kakek dari Husni Thamrin merupakan pria berkebangsaan Inggris yang menikah dengan perempuan Betawi, dia merupakan seorang pedagang dan memiliki sebuah hotel bernama Ort de Rijwik di Batavia.

Hidup dalam keluarga yang berkecukupan tidak membuat Mohammad Husni Thamrin berhenti memikirkan nasib masyarakat Betawi yang sengsara karena tertindas oleh penjajahan Belanda. Ia memimpin organisasi yang bernama Kaoem Betawi, organisasi ini didirikan bersama ayahnya. Dari sini nama Husni Thamrin mulai dikenal sebagai salah satu tokoh Betawi yang berpengaruh hingga akhirnya berhasil masuk menjadi anggota Gemeenteraad (Dewan Kota) dan Volksraad (Dewan Rakyat).


Pengalaman dalam organisasi dan jabatan dalam Dewan Rakyat telah mengantar Husni Thamrin menjadi wakil Walikota Batavia pada tahun 1929. Dengan posisinya tersebut, ia menjadi lebih leluasa untuk memperjuangkan kondisi rakyat pribumi. Sikap Husni Thamrin tersebut membuat Belanda menjadi khawatir dan menganggapnya sebagai politisi yang berbahaya.

Pada tanggal 6 Januari 1941 pemerintah Belanda menggeledah rumah Mohammad Husni Thamrin. Penggeledahan tersebut dilakukan oleh polisi-polisi rahasia Belanda (PID). Sejak saat itu rumahnya dijaga ketat oleh PID dan tak seorang pun dari rumahnya yang diperbolehkan meninggalkan rumah tanpa izin serta tidak membiarkan siapa pun menemui Husni Thamrin termasuk dokter yang ingin mengobati penyakitnya.

Tindakan polisi Belanda tersebut semakin menambah parah sakit Mohammad Husni Thamrin. Pada tanggal 11 Januari 1941 Mohammad Husni Thamrin wafat. Jasa Mohammad Husni Thamrin sangat besar artinya bagi perjuangan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia telah kehilangan salah seorang pemimpinnya yang cerdas dan berwibawa.

Dalam perjuangannya melawan Belanda
Mohammad Husni Thamrin tidak menggunakan senjata tetapi menggunakan kecerdasan diplomasi dalam memperjuangkan hak-hak kaum pribumi. Ia merupakan sosok yang memiliki karakter cinta tanah air, santun, memiliki keteladanan, kejujuran, kreatif dan berani. Walaupun lahir dari keluarga yang kaya dan terpandang, Mohammad Husni Thamrin memiliki solidaritas yang tinggi serta mau bekerja keras dan bekerjasama dengan tokoh-tokoh pahlawan lainnya untuk menolong rakyat pribumi dari penindasan pemerintah Belanda.

0 Response to "Inilah Sejarah Pahlawan Pada Uang Rp. 2000 Keluaran Tahun 2000 dan 2016"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel