display litra

Saka Kencana (Keluarga Berencana): Pengertian, Sejarah, Arti Lambang, Hak dan Kewajiban Serta Bentuk Kegiatan

Pengertian

Saka Pramuka Kencana, yaitu wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, di bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan.

Sejarah dan Kegiatan Saka Kencana (Keluarga Berencana) 

Tujuan Pembentukan Saka Kencana, yaitu untuk membina anggota Gerakan Pramuka agar dapat menjadi tenaga kader pembangunan di bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan tujuan Pembentukan Saka Kencana, yaitu untuk membina anggota Gerakan Pramuka agar dapat menjadi tenaga kader pembangunan di bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan guna memantapkan pelembagaan NKKBS sebagai cara yang layak dan bertanggung jawab dari seluruh keluarga dan masyarakat Indonesia.
Saka Kencana (Keluarga Berencana): Pengertian, Sejarah, Arti Lambang, Hak dan Kewajiban Serta Bentuk Kegiatan

Saka Kencana terbentuk pada tahun 1985 dengan misi mewujudkan pembangunan berwawasan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Beberapa alasan dibentuknya Saka Kencana, antara lain sebagai berikut:

1. Program Keluarga Berencana bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

2. Peran serta Gerakan Pramuka dalam rangka membantu pencapaian tujuan Gerakan Keluarga Berencana Nasional dan Pembangunan Keluarga Sejahtera Nasional dilakukan dengan membentuk dan membina sikap dan tingkah laku generasi muda, antara lain: pendewasaan usia perkawinan, reproduksi sejahtera, ketahanan keluarga, kesejahteraan keluarga, pengembangan kependudukan dan keluarga sejahtera serta peran serta masyarakat.

3. Untuk memberi wadah kegiatan khusus dalam bidang Keluarga Berencana perlu dibentuk Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana yang merupakan sarana dan wahana guna memupuk, mengembangkan, membina, dan mengarahkan minat bakat dan sikap penalaran generasi muda terhadap program Keluarga Berencana Nasional, menuju pembudayaan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS).

4. Pembangunan Keluarga Sejahtera bertujuan untuk mengembangkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tenteram dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.

5. Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana yang disingkat Saka Kencana, yaitu salah satu Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, dalam bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan.
Saka Kencana (Keluarga Berencana): Pengertian, Sejarah, Arti Lambang, Hak dan Kewajiban Serta Bentuk Kegiatan

Arti Lambang dan Kiasan Saka Kencana

Bentuk
Lambang Saka Kencana berbentuk segi lima beraturan, yakni lima sisinya sama panjang.
Isi Lambang Saka Kencana terdiri dari hal hal berikut:

1. Gambar Pesan Keluarga Berencana
2. Gambar dua buah tunas kelapa simetris.
3. Tulisan Saka Kencana.

Warna

1. Dasar lambang  Saka Kencana bagian atas berwarna coklat muda dan bagian bawah berwarna biru muda.
2. Gambar profil catur warga dan huruf KB berwarna putih dengan bagian tepi bergaris hitam.
3. Dua buah tunas kelapa simetris berwarna hitam.
4. Tulisan Saka Kencana berwarna putih.
5. Bingkai lambang Saka Kencana.

Arti Kiasan

1. Bentuk segi lima: jumlah lima sila dari Pancasila.
2. Gambar pesan Keluarga Berencana mengibaratkan kebulatan tekad melaksanakan catur warga menuju norma keluarga kecil, bahagia dan sejahtera

Sasaran Dibentuknya Saka Kencana 

Sasaran dibentuknya Saka Kencana adalah agar para anggota Gerakan Pramuka yang telah mengikuti kegiatan Saka tersebut memiliki hal hal berikut:

1. Memiliki pengetahuan, pengertian, keterampilan dan pengalaman dalam memasyarakatkan NKKBS terhadap anggota Pramuka dan keluarga Indonesia.

2. Mampu dan mau menyebarluaskan kepada masyarakat tentang informasi dan pengetahuan tentang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan serta kaitannya dengan pembangunan sektor lain.

3. Mampu memberikan latihan dan peran serta dalam mendukung kegiatan Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan kepada para Pramuka di Gugus depannya.

4. Memiliki sikap yang rasional serta bertanggungjawab dalam mewujudkan kesadaran dan kepedulian keluarga sebagai pemrakarsa dan pelaksana pembangunan bangsa.

Struktur Organisasi Saka Kencana 

Struktur organisasi Saka Kencana, sebagai berikut :

1. Pramuka Penegak, Pramuka Pandega, yaitu anggota Gerakan Pramuka berusia 16-25 tahun dari beberapa gugus depan di satu wilayah ranting/kecamatan yang mempunyai minat bakat dan kegemaran di bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera yang dihimpun oleh Kwartir Ranting bersama Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega yang bersangkutan, untuk membentuk Saka Kencana.

2. Di tiap ranting dibentuk Saka Kencana putra dan Saka Kencana putri secara terpisah. Setiap satu Saka Kencana sedikitnya beranggotakan 10 orang dan sebanyak banyaknya 40 orang. Setiap Saka yang dimaksud diberi nama pahlawan bangsa, tokoh wayang atau nama lain yang dapat memberi motivasi kepada anggotanya.

3. Saka Kencana terdiri atas 4 krida (catur krida) yaitu: Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR), Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK), Krida Bina Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE), Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM).

4. Setiap krida beranggota 5 sampai dengan 10 orang, sehingga dalam satu Saka Kencana dimungkinkan adanya krida yang sama.

5. Jika satu krida peminatnya lebih dari 10 orang, maka nama krida itu diberi tambahan angka di belakangnya; misalnya Krida Bina KB1, Krida Bina KB2 dan seterusnya.

6. Saka Kencana putra dibina oleh Pamong Saka putra, dan Saka Kencana putri dibina oleh Pamong Saka putri, serta masing-masing dibantu oleh beberapa orang Instruktur Saka.

7. Jumlah Pamong Saka di tiap Saka disesuaikan dengan keadaan, sedangkan jumlah Instruktur Saka disesuaikan dengan kebutuhan/ lingkup kegiatannya.

8. Pengurus Saka Kencana disebut Dewan Saka terdiri atas Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan beberapa orang anggota, yang dipilih diantara para Pemimpin Krida dan Wakil Pemimpin Krida.

9. Tiap Krida dipimpin oleh seorang Pemimpin Krida dibantu oleh seorang Wakil Pemimpin Krida. Saka Kencana dikembangkan oleh Kwartir Ranting dibantu oleh Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Tingkat Ranting.

10. Masa bakti Pengurus Saka Kencana sama dengan masa bakti Kwartir Ranting.

Pimpinan 

Dalam usaha meningkatkan pembinaan dan pengembangan kegiatan, dibentuk Pimpinan Saka Kencana, yang anggotanya terdiri atas unsur Kwartir dan unsur BKKBN serta unsur lain yang berkaitan dengan bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.

1. Di tingkat Nasional dibentuk Pimpinan Saka Kencana Tingkat Nasional.

2. Di tingkat Daerah dibentuk Pimpinan Saka Kencana Tingkat Daerah.

3. Di tingkat Cabang dibentuk Pimpinan Saka Kencana Tingkat Cabang.

4. Di tingkat Ranting dibentuk Majelis Pembimbing (Mabi) Saka Kencana Tingkat Ranting.

5. Masa bakti Pimpinan Saka sama dengan masa bakti Kwartir yang bersangkutan.

6. Masa bakti Mabi Saka Kencana sama dengan masa bakti Saka Kencana.

Tata Kerja 

Tata kerja dalam struktur saka kencana, antara lain bertujuan sebagai berikut:

1. Agar pengelolaan Saka Kencana dapat dilaksanakan secara berdaya guna, perlu diadakan pembagian tugas yang jelas tanpa mengurangi prinsip kegotongroyongan.

2. Pembagian tugas harus luwes, praktis dan sederhana sehingga dapat menjadi pegangan bagi setiap orang yang bersangkutan.

3. Secara umum pembagian tugas di dalam Saka telah diuraikan dalam Petunjuk Penyelenggaraan Saka, namun pelaksanaannya harus disesuaikan dengan keadaan setempat.

Anggota Saka Kencana 

Yang bisa menjadi anggota Saka Kencana, antara lain sebagai berikut:

1. Peserta didik : Pramuka Penegak berusia 16 sampai 20 tahun, Pramuka Pandega berusia 21 sampai 25 tahun.

2. Anggota dewasa : Pamong Saka, Instruktur Saka, Pimpinan Saka, Majelis Pembimbing (Mabi) Saka.

3. Calon anggota Saka Kencana: Pemuda berusia 16 sampai 25 tahun.

Peminat 

Peminat Saka Kencana terdiri atas para Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang yang menyenangi kegiatan bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.

Syarat Anggota 

Syarat untuk menjadi anggota Saka Kencana, antara lain sebagai berikut:

1. Menyatakan keinginan untuk menjadi anggota Saka Kencana secara suka rela.

2. Bagi pemuda yang belum menjadi anggota Gerakan Pramuka harus

dengan sepengetahuan orang tua] walinya, dan bersedia menjadi anggota Gugus depan Pramuka terdekat.

3. Bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berusia 16 sampai 25 tahun diharapkan menyerahkan izin tertulis dari Pembina Satuan dan Pembina Gugus depan dan tetap menjadi anggota Gugus Depan asalnya.

4. Bagi Pamong Saka mendapat persetujuan dari Pembina Gugus depan dan telah mengikuti sedikitnya Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar.

5. Bagi Instruktur Saka, memiliki pengetahuan, keterampilan dan kecakapan di bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera serta bersedia memberikan ilmunya kepada anggota Saka.

6. Sehat jasmani dan rohani serta dengan suka rela sanggup menaati segala ketentuan yang berlaku di dalam Saka Kencana.

7. Pamong Saka dan Instruktur Saka lelap diangkat dan dilantik oleh Ketua Kwartir Ranting atau Ketua Kwartir Cabang yang bersangkutan dengan mengucapkan Tri Satya dan menandatangani Ikrar.

8. Bagi Pimpinan Saka dan Mabi Saka, bersedia memberikan bantuan yang bersifat moril, organisatoris, materiil dan finansial kepada Saka serta sekurang-kurangnya telah mengikuti Kursus Orientasi Kepramukaan.

9. Pimpinan dan Mabi Saka diangkat dan dilantik oleh ketua kwartir yang bersangkutan dengan mengucapkan Tri Satya dan menandatangani Ikrar.

Hak dan Kewajiban Anggota Saka Kencana

Hak Anggota Saka Kencana
Hak anggota Saka Kencana, antara lain sebagai berikut:

1. Semua anggota mempunyai hak suara, hak bicara dan hak pilih sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Gerakan Pramuka.

2. Semua anggota mempunyai hak mengikuti semua kegiatan Saka Kencana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Kewajiban Peserta Didik sebagai Anggota Saka Kencana Peserta didik anggota Saka Kencana berkewajiban sebagai berikut:

Menjaga nama baik Gerakan Pramuka, Gugus Depan dan Saka. Rajin mengikuti kegiatan Saka. Menerapkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya dalam kehidupan sehari hari, sehingga menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat di lingkungannya.

4. Menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan di bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera kepada anggota Gerakan Pramuka di Gugus Depan Nya dalam rangka membantu memenuhi Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK). Membayar iuran dan menaati segala peraturan Saka.

Pelantikan dan Pengukuhan

Pelantikan dan pengukuhan anggota dan pimpinan Saka Kencana, sebagai berikut:

1. Peserta didik dilantik sebagai anggota Saka oleh Pamong Saka yang bersangkutan.

2. Dewan Saka Kencana dilantik oleh Pamong Saka yang bersangkutan.

3. Pamong Saka Kencana dan Instruktur Saka Kencana dikukuhkan oleh Ketua Kwartir Ranting.

4. Majelis Pembimbing Saka Kencana dikukuhkan oleh Ketua Kwartir Ranting.

5. Pimpinan Saka Kencana Tingkat Cabang dikukuhkan oleh Ketua Kwartir Cabang.

6. Pimpinan Saka Kencana Tingkat Daerah dikukuhkan oleh Ketua Kwartir Daerah.

7. Pimpinan Saka Kencana Tingkat Nasional dikukuhkan oleh Ketua Kwartir. Nasional.

Pengesahan

Pengesahan Saka Kencana sebagai berikut:

1. Berdirinya Saka Kencana disahkan dengan keputusan Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang.

2. Sahnya Mabi Saka Pimpinan Saka Kencana Tingkat Ranting, Cabang, Daerah dan Nasional disahkan dengan keputusan kwartir yang bersangkutan.

Sifat dan Lingkungan Kegiatan Saka Kencana

Untuk memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan di bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera sehingga memiliki sikap dan perilaku sesuai dengan Kode Kehormatan Gerakan Pramuka, Saka Kencana
melaksanakan kegiatan yang meliputi hal hal berikut:

1. Program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Sejahtera, pelaksanaannya secara operasional sesuai dengan macam krida dan kecakapan khususnya. Bakti kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan, penyebarluasan informasi dan pengetahuan di bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.

Bentuk dan Macam Kegiatan

Berikut ini beberapa kegiatan latih dilakukan Saka Kencana:

1. Latihan Saka secara berkala yang dilaksanakan di luar hari latihan gugus depan.

2. Kegiatan berkala yang dilaksanakan untuk kepentingan tertentu, misalnya menyiapkan diri untuk lomba, kegiatan ulang tahun Saka dan sebagainya,

3. Perkemahan Bakti Saka Kencana disingkat Perti Saka Kencana, pesertanya semua anggota Saka Kencana

4. Perkemahan Antar Saka, disingkat Peran Saka, pesertanya terdiri atas beberapa jenis Saka, misalnya Saka Kencana bersama Saka Bakti Husada dan Saka Taruna Bumi. Sebaliknya mengikutsertakan semua Saka yang telah disahkan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka.

5. Perkemahan Keluarga Sejahtera (Pergatera).

6. Lomba Cerdas Tangkas Pramuka (LCTP) bagi anggota Saka Kencana.
7. Kegiatan lain seperti, Persami dan lain lain.

0 Response to "Saka Kencana (Keluarga Berencana): Pengertian, Sejarah, Arti Lambang, Hak dan Kewajiban Serta Bentuk Kegiatan"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel