Wujud Bahan Kimia, Simbol Bahaya dan Alat-alat Laboratorium

Dalam suatu laboratorium pasti dilengkapi dengan berbagai bahan kimia sekaligus berbagai jenis peralatan kimia yang diperlukan untuk kegiatan praktikum. Tidak semua bahan kimia yang tersedia tersebut bersifat aman. Ada bahan kimia yang bersifat korosif, oksidator, bahkan ada bahan kimia yang mudah meledak. Di samping itu, laboratorium dilengkapi dengan berbagai macam alat-alat percobaan. Setiap praktikan wajib mengetahui jenis dan fungsi dari setiap alat tersebut. Dengan demikian, kegiatan praktikum dapat berjalan lancar serta potensi bahaya yang ada dapat diminimalisir.
Wujud Bahan Kimia, Simbol Bahaya dan Alat-alat Laboratorium
Pengenalan bahan kimia 

A. Wujud Bahan Kimia

Umumnya, wujud bahan kimia yang terdapat di laboratorium dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu padatan (solid), cairan (liquid), dan gas.

1. Padatan 

Bahan kimia yang berwujud padatan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya: 
  1. Padatan biasa yang tidak higroskopis dan tidak menyublim. Contohnya, amilum dan natrium karbonat. 
  2. Padatan higroskopis, misalnya NaOH dan KSCN. Padatan higroskopis ini sebaiknya ditempatkan dalam kaleng (botol tertutup) dengan sumbat diselimuti lagi dengan plastik. 
  3. Padatan mudah menguap (menyublim), contohnya iodium, amonium karbonat, dan kamper (naftalena). Padatan mudah menguap ini sebaiknya ditempatkan dalam botol kaca atau plastik dengan disisakan ruangnya 1/4 sekitarnya.
  4. Padatan yang peka cahaya, misalnya perak nitrat dan kalium permanganat. Padatan yang peka cahaya ini sebaiknya ditempatkan dalam botol gelap atau botol yang tidak tembus cahaya, kemudian ditutup rapat. 
  5. Padatan peka air, contohnya logam Na dan K. Sebaiknya padatan peka air ini harus disimpan dengan cara merendam nya di dalam minyak tanah.
  6. Padatan peka oksigen (udara), misalnya fosfor. Untuk padatan yang peka oksigen harus disimpan di dalam air. 

2. Cairan 

Bahan kimia berwujud cairan sebaiknya disimpan dalam botol yang tertutup rapat. Bahan kimia yang berwujud cairan ini dapat 
dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain: 
  1. Cairan (biasa), misalnya akuades.
  2. Cairan mudah menguap, contohnya amonia, eter, HCl, aseton, dan kloroform. Untuk cairan yang mudah menguap ini, sebaiknya dalam penyimpanan disisakan ruang sekitar 1/4-Nya.
  3. Cairan mudah mengikat uap air, misalnya asam sulfat.
  4. Cairan mudah terbakar, contohnya eter, metanol, aseton, bensin, dan minyak tanah. 

3. Gas 

Bahan kimia yang berwujud gas sebaiknya disimpan dalam tabung gas yang aman. Selain itu, sebaiknya disimpan di tempat yang dingin dan jauhkan dari api. Untuk mengambilnya dapat digunakan kran dengan spuyer yang terawat. Tabung wadah gas tersebut sebaiknya dijaga agar tetap stabil (tidak mudah jatuh). 

B. Simbol Bahaya Bahan Kimia

Bahan-bahan kimia yang terdapat di dalam laboratorium sekolah dapat memiliki sifat-sifat bahaya seperti, eksplosif, oksidasi, mudah terbakar, dan sebagainya. Simbol bahaya yang ada pada label bahan kimia menjadi peringatan bagi penggunanya sekaligus memberikan informasi mengenai cara penanganan bahan kimia tersebut. 

Berikut merupakan simbol bahaya menurut European Union Regulation on Classification, Labeling, and Packaging (E U CLP), NFPA (The National Fire Protection Association), dan juga menurut United Nation. 

1. Simbol Bahan Kimia Menurut EU CLP 

Simbol bahaya dan klasiflkasi bahan-bahan kimia menurut EU CLP dapat dilihat pada tabel berikut ini:

2. Simbol Bahaya Bahan Kimia Menurut NFPA 

NGPA (The National Fire Protection Association) Rangking dan Simbol bahaya bahan kimia menurut NFPA dapat dilihat pada tabel berikut ini.

3. Simbol Bahaya Bahan Kimia Menurut United Nation 

Simbol tanda bahaya dan juga klasifikasi bahan-bahan kimia menurut Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nation) dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

C. ALat-alat Dasar Laboratorium


1. Nama: Gelas beker 
fungsinya: Wadah untuk larutan yang tidak mudah menguap.

Gelas Beker

2.Nama: Erlenmeyer 
fungsinya: Wadah pada saat proses titrasi. 

Erlenmeyer

3.Labu ukur 
fungsinya: Wadah untuk menyimpan larutan, membuat larutan, dan mengencerkan larutan.

Labu ukur

Nama: Labu dasar rata
fungsinya:  Alat untuk mendidihkan zat cair.


Nama: Labu dasar bulat
fungsi: Wadah zat yang akan didestilasi.

Labu dasar bulat

Nama: Cawan petri
fungsi: Alat untuk mengembangbiakkan mikroba.



Nama: Gelas ukur
fungsi: Alat untuk mengukur volume larutan.


Nama: Kaca arloji
fungsi: Wadah untuk menimbang bahan yang merupakan zat padat, kristal, atau serbuk.
Nama: Tabung reaksi
fungsi: Alat untuk mereaksikan zat zat.


Nama: Lumpang dan alu (mortar dan pestle)
fungsi: Alat untuk menghaluskan suatu zat padat atau kristal.

Nama: Cawan krus
fungsi: Wadah untuk menentukan kadar abu

Nama: Pipet tetes
fungsi: Alat untuk memindahkan suatu larutan.



Nama: Pipet ukur
fungsi: Alat untuk menentukan volume larutan.

Nama: Pipet gondok
fungsi: Alat untuk menentukan volume larutan.

Nama: Batang pengaduk
fungsi: Alat untuk mengaduk suatu larutan


Nama: Sendok spatula
fungsi: Alat untuk mengambil suatu zat padat atau bubuk.


Nama: Corong pisah
fungsi: Alat untuk memisahkan suatu larutan yang disebabkan oleh massa jenis berbeda.


Nama: Desikator
fungsi: Alat untuk menyimpan bahan yang terhindar dari kadar air.

Disikator
Nama: Buret
fungsi: Alat untuk mentitrasi dan menentukan volume larutan.

Nama: Corong
fungsi: Alat untuk memindahkan suatu larutan.


Nama: Rak tabung reaksi
fungsi: Tempat untuk meletakkan tabung reaksi.


Nama: Penjepit tabung reaksi
fungsi: Alat bantu untuk menjepit suatu tabung reaksi.

Nama: Statif dan  klem
fungsi: Alat  penyanggah buret maupun soket.

Nama: Sikat tabung reaksi
fungsi: Alat untuk membersihkan tabung reaksi.

Nama: Segitiga porselen
fungsi: Alat penyangga elemeyer, gelas piala, dan sebagainya.

Nama: Pompa filler
fungsi: Alat untuk membantu pengambilan suatu larutan.

Nama: Pembakar spiritus
fungsi: Alat untuk memanaskan suatu larutan.


Nama: Bunsen
fungsi: Alat untuk memanaskan suatu larutan dan untuk sterilisasi benda seperti besi.

Nama: Kaki tiga
fungsi: Alat penyangga spritus.

Nama: Botol semprot
fungsi: Wadah untuk aquades.

Nama: Kawat kasa
fungsi: Alas dalam proses pemanasan.

Nama: Klem
fungsi: Alat untuk menjepit alat kimia yang berukuran besar.

Nama: Oven
fungsi: Alat untuk memanaskan atau mengeringkan alat-alat boratorium.

Nama: Hot plate
fungsi: Alat untuk memanaskan suatu larutan.

Nama: Neraca analitik
fungsi: Alat untuk menimbang dengan skala kecil.

Nama: Termometer
fungsi: Alat untuk mengukur suhu larutan.

Nama: Tabung pendingin liebig
fungsi: Alat pengembun dalam proses distilasi.

Nama: Pendingin bola
fungsi: Pendingin yang digunakan untuk proses refluks.

Nama: Pinset
fungsi: Alat untuk menjepit benda atau bahan dalam praktikum.

Nama: Pelat tetes
fungsi: Wadah untuk mereaksikan zat atau menguji reaksi suatu zat dalam jumlah kecil.

Nama: Corong Buchner
fungsi: Alat yang digunakan untuk penyaringan vakum.

Nama: Kertas saring
fungsi: Alat penyaring larutan.

Nama: Kertas lakmus
fungsi: Alat uji pH (derajat keasaman).

nama: Indikator universal
fungsi:  Alat uji pH (derajat keasaman).

Nama: pH meter
fungsi: Alat uji pH (derajat keasaman).

Itulah penjelasan singkat mengenai pengenalan pada bahan kimia dan alat alat laboratorium semonga tulisan ini bermanfaat. Terimakasih

Post a Comment for "Wujud Bahan Kimia, Simbol Bahaya dan Alat-alat Laboratorium"