display litra

Drama Lengkap: Pengertian, Jenis, Istilah Dalam Drama dan Unsur-Unsurnya

Pengertian Drama 

Kata drama berasal dari bahasa Yunani draomal berarti gerak. Ada beberapa jenis drama yakni jenis drama berdasarkan penyajian lakon, berdasarkan sarana dan berdasarkan keberadaan naskah.
Drama Lengkap: Pengertian, Jenis, Istilah Dalam Drama dan Unsur-Unsurnya
Sumber gambar
Pixabay

Jenis-jenis Penyajian Lakon Drama

Berdasarkan penyajian lakon drama dibedakan menjadi delapan jenis sebagai berikut.

1. Tragedi 

Tragedi atau duka cerita adalah drama yang penuh kesedihan. Pelaku utama dari awal sampai akhir penunjukan selalu sia-sia dalam memperjuangkan nasibnya. Cerita berakhir dengan kedukaan yang mendalam karena tokoh utama meninggal.

2. Komedi 

Komedi atau suka cerita adalah drama penggeli hati. Drama penuh kelucuan ini menimbulkan tawa penonton. Komedi bukan lawak. Komedi tetap menuntut nilai-nilai drama Kelucuan dalam drama komedi mengandung sindiran dan kritik kepada anggota masyarakat tertentu. Oleh karena itu bahan yang digunakan diambil dari kejadian-kejadian yang terdapat dalam masyarakat.

3. Tragikomedi 

Tragikomedi adalah perpaduan antara drama tragedi dan komedi. Isi lakonnya penuh kesedihan tetapi juga mengandung cerita yang menggembirakan dan menggelikan. Kadang-kadang penonton larut dalam kesedihan kadang-kadang menggembirakan. Jadi tragikomedi adalah drama berisi lakon sedih dan lucu.

4. Opera 

Opera adalah drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik. Opera mengutamakan nyanyian dan musik sedangkan lakonnya hanya sebagai sarana opera pendek disebut operet.

5. Melodrama 

Melodrama adalah drama yang dialognya diucapkan dengan iringan melodi musik. Pengungkapan perasaan pemain di wujudkan dengan ekspresi wajah dan gerak-gerik tubuh yang diiringi musik. Asal mula melodrama adalah opera karena dialog para pemainnya dinyanyikan dan diiringi musik.

6. Farce 

Farce adalah drama yang menyerupai dagelan tetapi tidak sepenuhnya dagelan. Cerita farce berpola komedi. Yang ditonjolkan dalam farce yaitu kelucuan yang mengundang gelak tawa agar penonton merasa senang.

7. Tablo 

Tablo adalah jenis drama yang mengutamakan gerak. Para pemain tablo tidak mengucapkan dialog tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan. Yang ditonjolkan dalam tablo yaitu kekuatan akting para pemainnya.

8. Sendratari 

Sendratari adalah gabungan antara seni drama dan seni tari. Para pemain dalam sendratari merupakan para penari berbakat. Rangkaian peristiwa di wujudkan dalam bentuk tari yang diiringi musik. Dalam sendratari tidak ada dialog karena lebih mengutamakan tari dari pada ceritanya

Jenis drama berdasarkan sarana yang di gunakan

Berdasarkan sarana atau alat yang digunakan drama dibedakan menjadi enam sebagai berikut.

1. Drama Panggung
Drama panggung dimainkan oleh para aktor di panggung pertunjukan. Penonton berada di sekitar panggung dan dapat menikmati secara langsung dengan cara melihat para aktor berakting.

2. Drama Radio
Drama radio tidak bisa dilihat tetapi hanya bisa didengarkan lewat suaran radio. Drama radio dapat disiarkan secara langsung dan dapat pula direkam dahulu lalu disiarkan pada waktu yang dikehendaki.

3. Drama Televisi
Drama televisi dapat dilihat dan didengar. Drama televisi dapat ditayangkan kapan saja sesuai dengan program mata acara televisi.

4. Drama Film
Drama film menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukkan di bioskop. Namun drama ini dapat pula ditayangkan dari audio televisi sehingga penonton dapat menikmati di rumah.

5. Drama Wayang
Ciri khas drama wayang ada cerita dan dialog. Oleh karena itu semua bentuk tontonan yang mengandung cerita disebut drama termasuk tontonan wayang kulit atau wayang golek. Para tokoh digambarkan dengan wayang atau golek boneka kecil yang dimainkan oleh dalang.

6. Drama Boneka
Drama boneka hampir sama dengan wayang. Para tokoh dalam drama boneka digambarkan dengan boneka yang dimainkan oleh beberapa orang. Jika bonekanya besar pemain dapat berada dalam boneka dan bermain sendiri tanpa dimainkan oleh dalang.

Jenis Drama berdasarkan Naskah 

Berdasarkan ada atau tidaknya naskah yang digunakan drama dapat dibedakan menjadi drama tradisional dan drama modern.

1. Drama Tradisional
Drama tradisional adalah tontonan drama yang tidak menggunakan naskah. Watak tokoh dialog dan gerak-geriknya diserahkan sepenuhnya kepada para pemain. Dengan cara tersebut risiko gagal sangat besar. Risiko gagal menjadi kecil jika para pemain sudah berpengalaman. Drama tradisional antara lain ketoprak Jawa Tengah, ludruk Jawa Timur dan lenong Betawi.
Drama Lengkap: Pengertian, Jenis, Istilah Dalam Drama dan Unsur-Unsurnya
Sumber gambar
Pixabay

2. Drama Modern

Drama modern menggunakan naskah. Para pemain menghafalkan dialog dan melakukan gerak-gerik seperti yang tertulis dalam naskah.

Dialog yang sudah dihafalkan lalu dipraktikkan disertai gerak-gerik sesuai yang dikehendaki dalam naskah. Para pemain berlatih berulang-ulang sampai benar-benar bisa memerankan dengan penuh penjiwaan tokoh yang diperaninya.

Istilah-istilah dalam drama

Ada istilah-istilah yang berkaitan dengan pementasan drama. Istilah-istilah dalam pementasan drama sebagai berikut.
1. Babak
Babak merupakan bagian dari lakon drama Dalam satu lakon drama kadang-kadang terdiri atas satu, dua atau tiga babak. Batas antara babak satu ke babak berikutnya ditandai dengan turunnya layar atau lampu panggung dipadamkan.
2. Adegan
Adegan merupakan bagian dari babak. Adegan menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana dalam babak.
3. Prolog
Prolog merupakan kata pendahuluan dalam lakon drama Prolog memiliki peranan besar untuk menyiapkan penonton agar dapat mengikuti lakon yang akan dipentaskan. Prolog sering berisi sinopsis lakon perkenalan para tokoh dan pemerannya serta konflik yang akan terjadi di panggung.
4. Epilog
Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Epilog berisi kesimpulan atau ajaran yang dapat diambil dari tontonan drama yang baru saja disajikan.
5. Dialog
Dialog adalah percakapan para pemain. Dialog memiliki peran penting dalam drama karena sebagai pengarah lakon. Jalan cerita drama diketahui oleh penonton lewat dialog para pemain. Pengucapan dialog harus disertai penjiwaan emosional. Selain itu pelafalan harus jelas dan keras agar dapat didengar penonton.
6. Monolog
Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. Ucapan pemain sebagai ungkapan rasa senang rencana yang akan dilaksanakan atau sikap terhadap suatu kejadian.
7. Mimik
Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. Ekspresi pemain bisa senang, sedih atau marah.
8. Pantomim
Pantomim adalah ekspresi gerak-gerik tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.
9. Pantomimik
Pantomimik adalah perpaduan ekspresi gerak-gerik wajah dan tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.
10. Gestur
Gestur adalah gerakan tangan kaki kepala dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain.
11. Bloking
Bloking adalah aturan berpindah tempat dari tempat satu ke tempat lain agar penampilan pemain tidak menjemukan.
12. Gait
Gait adalah tanda-tanda khusus cara berjalan dan cara bergerak pemain. Gait berbeda dengan bloking.
13. Akting
Akting adalah gerakan-gerakan yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkannya Jika gerakan-gerakan tersebut terlalu banyak dinamakan over acting.
14. Aktor
Aktor adalah orang yang melakukan akting dalam drama Aktor dapat menjangkau pemain pria dan wanita Khusus pemain wanita disebut aktris
15. Improvisasi
Improvisasi adalah gerakan-gerakan atau ucapan-ucapan penyeimbang untuk lebih menghidupkan pemeran.
16. Ilustrasi
Ilustrasi adalah iringan bunyi-bunyian untuk memperkuat suasana yang sedang digambarkan. Ilustrasi juga disebut musik pengiring.
17. Kontemporer
Kontemporer adalah lakon atau naskah serba bebas yang tidak terikat aturan atau kelasiman.
18. Kostum
Kostum adalah pakaian para pemain yang dikenakan pada saat memerankan tokoh cerita di panggung.
19. Skenario
Skenario adalah susunan garis-garis besar lakon drama yang akan diperagakan para pemain.
20. Panggung
Panggung adalah tempat para aktor memainkan drama Panggung dibuat lebih tinggi dari pada tempat duduk penonton agar penonton yang duduk paling belakang dapat menyaksikan lakon yang diperagakan aktor di panggung.
21. Layar
Layar adalah kain penutup panggung bagian depan yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Namun tidak semua panggung dilengkapi layar.
22. Penonton
Penonton adalah semua orang yang menonton pertunjukan drama
23. Sutradara
Sutradara adalah orang yang memimpin dan bertanggung jawab dalam pementasan drama sutradara juga disebut dalang dalam pertunjukan wayang kulit.

Unsur-unsur lakon dalam drama

Apa saja yang termasuk unsur-unsur lakon drama unsur-unsur lakon drama di antaranya tema, amanat, plot, karakter, dialog, setting bahasa dan interpretasi. Berikut penjelasan
Drama Lengkap: Pengertian, Jenis, Istilah Dalam Drama dan Unsur-Unsurnya
Sumber gambar
Pixabay

1. Tema 

Tema adalah pikiran pokok yang mendasari lakon drama. Sebelum menulis drama seorang penulis terlebih dahulu menentukan tema yang akan dikembangkannya. Contoh tema drama yaitu masalah keluarga

2. Amanat

Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca naskah atau penonton drama Pesan tidak disampaikan secara langsung tetapi lewat lakon drama

3. Plot 

Plot drama berkembang secara bertahap mulai dari konflik sederhana konflik kompleks hingga penyelesaian konflik. Ada enam tahap perkembangan plot drama yaitu eksposisi konflik komplikasi krisis resolusi dan keputusan.

a. Eksposisi yaitu tahap perkenalan. Penonton mulai diperkenalkan lakon drama. Wujud perkenalan berupa penjelasan untuk mengantarkan penonton pada situasi awal lakon drama

b. Konflik yaitu persoalan pokok yang dialami oleh pemain drama Dalam tahap ini mulai ada insiden.

c. Komplikasi yaitu insiden yang berkembang sehingga menimbulkan konflik semakin banyak dan ruwet.

d. Krisis yaitu tahapan konflik yang mencapai puncak atau klimaks. Bagian ini merupakan puncak ketegangan.

e. Resolusi yaitu tahap penyelesaian konflik. Pada tahap ini jalan keluar permasalahan sudah tampak jelas
f. Keputusan yaitu tahap berakhirnya konflik dan cerita hampir selesai.

4. Karakter 

Karakter perwatakan adalah keseluruhan ciri-ciri jadi seorang tokoh dalam lakon drama. Seorang tokoh dapat berwatak sabar ramah, suka menolong dan bijaksana. Ada pula tokoh berwatak suka marah keji atau pemberani. Untuk mewujudkan karakter seorang pemain drama harus memahami benar karakter yang dikehendaki penulis drama.

5. Dialog 

Jalan cerita lakon drama di wujudkan dalam dialog. Dialog dialog yang dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang diperankan pemain. Melalui dialog antar pemain penonton dapat mengikuti cerita drama yang disaksikan. Oleh karena itu dialog harus dijiwai oleh para pemain.

6. Setting 

Setting adalah tempat waktu dan suasana terjadinya suatu adegan. Semua adegan dilaksanakan di atas panggung. Oleh karena itu panggung harus bisa menggambarkan setting yang dikehendaki. Panggung harus dapat menggambarkan tempat adegan terjadi misalnya di ruang tamu, di tepi sungai atau di sekolah. Penataan panggung harus mengesankan waktu misalnya tengah hari atau malam hari. Panggung juga harus dapat menggambarkan suasana gembira, sedih, hiruk, pikuk atau sepi.

7. Bahasa 

Naskah drama di wujudkan dari bahan dasar bahasa. Oleh karena itu penulis drama harus mengetahui ragam bahasa misalnya ragam bahasa resmi tidak resmi, ragam lisan dan ragam tulisan.

8. interpretasi 

Penulis lakon selalu memanfaatkan kehidupan masyarakat sebagai sumber gagasan dalam menulis drama. Kejadian yang ada di masyarakat tersebut diolah. Sebenarnya lakon drama merupakan bagian kehidupan masyarakat yang diangkat ke panggung oleh para seniman. Para seniman harus dapat mempertanggung jawabkan lakon yang ditampilkan di atas panggung. Lakon yang dipertontonkan hendaknya logis dan tidak janggal.

Unsur-unsur Dalam Pementasan Drama

Pementasan drama merupakan kesenian sangat kompleks. Oleh karena itu pementasan drama melibatkan banyak unsur di dalamnya unsur-unsur tersebut saling berkaitan. Oleh karena itu unsur-unsur tersebut harus ada unsur-unsur pementasan drama yang dimaksud meliputi berikut ini.

1. Naskah Drama 

Naskah drama adalah karangan berisi cerita atau lakon. Naskah drama merupakan unsur utama dalam pertunjukan drama Di dalam naskah drama termuat nama-nama tokoh dialog yang diucapkan para tokoh dan keadaan panggung. Bentuk dan susunan naskah drama berbeda dengan naskah cerita pendek atau novel. Naskah cerpen atau novel berisi cerita lengkap dan langsung tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi. Sebaliknya naskah drama tidak mengisahkan cerita secara langsung. Penuturannya diganti dengan dialog para tokoh.

Naskah drama ditulis selengkap-lengkapnya agar memudahkan para pemain. Naskah drama dilengkapi dengan keterangan atau petunjuk. Petunjuk itu berupa gerakan-gerakan yang dilakukan pemain tempat terjadinya peristiwa benda-benda yang dipergunakan dan keadaan panggung setiap babak.

2. Pemain 

Pemain adalah orang yang memperagakan cerita. Setiap tokoh akan diperankan seorang pemain. Pemilihan pemain harus diperhatikan agar berhasil dalam memerankan tokoh. Seorang pemain harus benar-benar bisa seperti tokoh yang diperankan.

Oleh karena itu ia harus menguasai dan mampu memerankan watak tingkah dan busana yang mendukung perannya Untuk memilih pemain yang tepat ada beberapa cara sebagai berikut.
a. Naskah drama dibaca berulang-ulang untuk memahami watak setiap tokoh dalam drama
b. Setelah diketahui watak setiap tokoh lalu dipilih pemain yang cocok dan mampu memerankan tokoh.

c. Memilih pemain sesuai usia dan perwatakan seperti yang digambarkan dalam naskah drama

d. Memilih pemain yang pintar artinya dalam waktu tidak terlalu lama berlatih sudah dapat memainkan tokoh seperti yang di kehendaki dalam naskah.

3. Sutradara 

Sutradara adalah pemimpin dalam pementasan drama. Seorang sutradara harus membuat perencanaan dan melaksanakannya demi kesuksesan pementasan drama. Tugas seorang sutradara antara lain memilih naskah menentukan pokok-pokok penafsiran naskah, memilih pemain, melatih pemain bekerja dengan staf dan mengkoordinasi setiap bagian.

4. Tata Rias 

Tata rias adalah cara mendandani pemain. Orang yang mengerjakan tata rias disebut penata rias. Pemain drama perlu dirias agar wajah tidak terlihat pucat jika terkena cahaya lampu. Selain itu para pemain menampakkan rupa seperti tokoh yang diperankan. Seorang penata rias harus memiliki rasa seni tinggi. Ia harus tahu bahwa riasannya sudah sesuai dengan tokoh yang akan diperankan. Selain itu penata rias harus terampil dan cekatan karena ia harus merias banyak pemain.

5. Tata Busana 

Tata busana adalah pengaturan pakaian pemain baik bahan model maupun cara mengenakannya. Tata busana mempunyai hubungan erat dengan tata rias. Oleh karena itu tugas pengatur pakaian pemain sering dirangkap penata rias. Pekerjaan ini dilakukan karena untuk menampakkan rupa dan postur tokoh yang diperankan.

6. Tata Panggung 

Tata panggung adalah keadaan panggung yang dibutuhkan untuk bermain drama misalnya panggung harus menggambarkan keadaan ruang tamu. Supaya panggung seperti ruang tamu panggung diisi peralatan seperti meja kursi dan hiasan dinding. Petugas yang mengatur tata panggung disebut penata panggung. Penata panggung terdiri atas beberapa orang atau tim supaya dapat mengubah panggung dengan cepat.

7. Tata Lampu 

Tata lampu adalah pengaturan cahaya di panggung. Oleh karena itu tata lampu berhubungan erat dengan tata panggung. Pengaturan cahaya di panggung harus disesuaikan dengan keadaan panggung yang digambarkan. Orang yang mengatur seluk beluk pencahayaan di panggung ialah penata lampu. Penata lampu menggunakan spot light yakni semacam kotak besar berlensa yang berisi lampu ratusan watt. Lampu yang sudah dinyalakan lalu di sorotkan dari jauh biasanya dari belakang penonton. Karena cahaya dapat diubah sesuai kebutuhan.

8. Tata Suara

Tata suara adalah pengaturan pengeras suara dan musik pengiring. Musik pengiring diperlukan agar suasana yang digambarkan terasa lebih meyakinkan dan lebih mantap bagi penonton. Peralatan yang diperlukan untuk musik pengiring antara lain biola organ seruling gitar dan tambur. Musik pengiring dimainkan di balik panggung agar tidak terlihat oleh penonton.

9. Penonton 

Penonton merupakan unsur penting dalam pementasan drama. Penonton adalah orang-orang yang mau datang ke tempat penunjukan. Tanpa penonton drama menjadi tidak sempurna Kesuksesan drama dapat diukur dari banyak sedikitnya penonton.

0 Response to "Drama Lengkap: Pengertian, Jenis, Istilah Dalam Drama dan Unsur-Unsurnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel