display litra

Prosa Lama Dan Baru: Pengertian, Jenis dan Bentuknya

Pengertian Prosa

Prosa menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah merupakan karya sastra karangan bebas (tidak terikat dengan kaidah yang terdapat dalam puisi.

Berdasarkan bentuknya, sastra lama berbentuk puisi dan prosa. Puisi lama meliputi bidal, pantun, karmina, talibun, syair, gurindam, Hoka, dan puisi lama dari bahasa asing. Sementara itu, puisi lama dibedakan berdasarkan isi dan susunan cerita. Berdasarkan isinya, prosa lama meliputi: Dongeng, cerita pelipur lara, hikayat, sejarah, epos, dan kitab. Berdasarkan susunan ceritanya terdapat cerita berbingkai. Ada pula prosa baru dalam tulisan ini akan di bahas secara mendalam tentang prosa lama dan prosa baru agar pembaca dapat mengetahui perbedaan nya. Berikut penjelasan:

Prosa Lama

Dongeng

Dongeng adalah cerita mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi dan juga tidak mungkin terjadi. Isi cerita dongeng hanya fantastis belaka. Cerita fantastis tersebut sering berhubungan dengan kepercayaan kuno keajaiban alam atau kehidupan binatang. Selain itu dongeng mengandung kelucuan dan bersifat didaktis Dongeng pada umumnya menampilkan tokoh yang memiliki sifat sederhana dan mencerminkan sifat manusia Pengarang dongeng bersifat anonim karena tidak diketahui secara pasti.

Dongeng termasuk cerita tradisional. Cerita tradisional adalah cerita yang disampaikan secara turun temurun. Suatu cerita tradisional dapat disebarkan secara luas ke berbagai tempat. Kemudian cerita itu disesuaikan dengan kondisi daerah setempat. Oleh karena itu kadang-kadang dongeng di suatu wilayah mirip atau sama dengan dongeng di wilayah lain.

Ciri-ciri dongeng

Ciri-ciri dongeng sebagai berikut:

  • Menggunakan alur sederhana.
  • Cerita singkat dan bergerak cepat.
  • Karakter tokoh tidak diuraikan secara terperinci.
  • Ditulis dengan gaya penceritaan secara lisan. Terkadang pesan atau tema dituliskan dalam cerita.
  • Pendahuluan sangat singkat dan langsung. 

Jenis-jenis Dongeng

Dongeng dapat digolongkan sebagai berikut:

1. Cerita Jenaka
Cerita jenaka adalah cerita mengenai tingkah laku orang bodoh malas atau cerdik yang dilukiskan secara humor.

Ada beberapa judul cerita jenaka sebagai berikut:

  • Pak Pandir
  • Pak Belalang
  • Pak Kadok
  • Si Luncai
  • Lebai Malang
  • Abu Nawas


2. Mite
Mite berasal dari bahasa Yunani yang berarti dewa-dewa. Mite adalah cerita tentang dewa-dewa roh atau makhluk hidup yang berhubungan dengan animisme.

Berikut judul mite yang terkenal.
Nyai Roro Kidul
Harimau jadi-jadian
Kyai Ageng Selo
Asal mula terjadinya Padi
Gerhana Bulan


Legenda adalah dongeng berdasarkan sejarah yang sifatnya mencari-cari dan dihubungkan dengan keanehan atau keajaiban alam.
Berikut beberapa judul legenda

Terjadinya gunung angkuban Perahu
Legenda Empat Kapitan
Legenda pulau Kapal
Terjadinya Raya Pening
Legenda masyarakat Kelumpang

4. Saga atau Dongeng Sejarah
Saga adalah dongeng yang menceritakan kepahlawanan keperkasaan dan kesaktian raja pangeran atau tokoh-tokoh tertentu. Tokoh-tokoh yang diceritakan dalam saga biasanya terdapat dalam dongeng sejarah yang terjadi di suatu daerah.

Berikut ini beberapa contoh saga

  • Ciung wanara
  • Putri unjung Biru
  • Dongeng Ken Arok Ken Dedes
  • Damar wulan
  • Cerita Badang


5. Fabel
Fabel disebut juga dongeng binatang. Fabel adalah salah satu dongeng yang menampilkan binatang sebagai tokoh utama tokoh tersebut dapat berpikir berperasaan berbicara bersikap dan berinteraksi seperti manusia. Fabel bersifat didaktis atau mendidik. Fabel dipakai sebagai kiasan kehidupan manusia dan digunakan untuk mendidik masyarakat. Pujangga fabel pertama adalah Aesopus dari Yunani.

6. Parabel
Parabel adalah dongeng perumpamaan bertujuan untuk mendidik tentang kesusilaan atau keagamaan. Parabel juga mengandung pesan tertentu. Tokoh yang berperan dalam parabel adalah manusia Parabel mengemukakan gagasan-gagasan sulit tentang kebenaran moral dan kajian disampaikan dengan cara yang mudah dipahami.

Cerita Pelipur Lara

Cerita pelipur lara dipakai untuk menghibur hati lara hati sedang sedih atau duka Cerita pelipur lara merupakan cerita yang dapat memberikan hiburan kepada orang yang mendengarnya. Pada zaman dahulu cerita pelipur lara ini satu-satunya hiburan bagi masyarakat. Cerita pelipur lara itu disampaikan oleh seorang tukang cerita atau ahli cerita

Tukang cerita itu bercerita dengan irama dan nada datar saja. Pada waktu itu antara pendengar laki-laki dan perempuan disekat. Waktu cerita semalam suntuk. Jika tidak selesai cerita dilanjutkan malam berikutnya

Cerita pelipur lara lebih bersifat Fantastis Cerita pelipur lara selalu berisi tentang perbuatan dan pengalaman seorang kesatria gagah berani beserta putri-putri cantik. Selain itu cerita pelipur lara menceritakan keindahan istana dan raja-rajanya yang dipentingkan dalam cerita itu adalah adegan-adegan menggunakan kata-kata indah dan menarik.

Tujuannya untuk membawa perhatian para pendengar ke alam fantasi serba indah. Oleh karena itu jalan cerita pelipur lara kurang dipentingkan. Contoh cerita pelipur lara yang terkenal adalah Sabai Nan Aluih dan Cerita Si Rambut kuda.

Hikayat

Hikayat adalah cerita yang berpokok pada kehidupan raja dihiasi dengan peristiwa & atau kejadian luar biasa dan menakjubkan. Hikayat merupakan cerita kuno sejenis roman. Hikayat menggunakan bahasa melayu yang penuh dengan khayalan. Hanya menceritakan kehidupan putra raja gagah perkasa beserta putri cantik di lingkungan istana kerajaan.

Hikayat sangat mementingkan unsur peristiwa-Peristiwa. peristiwa diceritakan secara mengagumkan terutama peristiwa yang berhubungan dengan kesaktian dan pengalaman-pengalaman penuh bahaya. Pada umumnya cerita dalam hikayat berakhir dengan pertemuan antara putra raja dengan kekasihnya Setelah menikah sang raja memerintah kerajaan dengan adil dan bijaksana Hikayat dapat diperinci sebagai berikut.

Hikayat asli Melayu.
Hikayat mendapat pengaruh dari Jawa.
Hikayat mendapat pengaruh dari India.
Hikayat mendapat pengaruh dari Arab.

Sejarah

Bentuk prosa lama berisi sejarah sukar sekali dicari kebenarannya Penulisan tentang silsilah raja-raja yang memegang kekuasaan peristiwa-peristiwa sungguh-sungguh terjadi di istana dan nasib kerajaan selama beberapa keturunan dicampur dengan dongeng-dongeng setempat dan fantasi penulisnya

Dalam penulisan sejarah terdapat lukisan-lukisan kurang objektif . Penulis sejarah adalah pujangga keraton. Selain menulis untuk kesenangan raja juga memangku tugas kependetaan. Dengan kesaktiannya pujangga tersebut berusaha menambah keagungan raja melalui tulisannya

Epos

Epos merupakan cerita kepahlawanan. Isinya menceritakan pahlawan ideal yang menjadi cermin bagi suatu bangsa.

Bahan cerita epos diambil dari riwayat tentang kehidupan seseorang yang banyak jasanya dan masyhur bagi sejarah zaman dahulu. Sebuah epos bukan hanya berisi dongeng belaka melainkan juga menguraikan suatu kejadian kebangsaan. Jadi isi cerita epos mengandung kebenaran meskipun masalah sejarahnya tidak begitu teliti dinyatakan. Biasanya epos ditulis dalam bentuk puisi dengan bahasa indah.

Ada beberapa epos yang terkenal di antara nya:

Epos Mahabarata
Epos Ramayana

Kitab

Kitab merupakan tulisan tentang budi pekerti terutama budi pekerti raja-raja dan kebijaksanaan ahli-ahli pemerintah tentang hukum adat dan agama. Di bawah ini contoh prosa lama berbentuk kitab.

1. Tajusalatina Kitab ini berasal dari Persia. Kemudian bahasanya diubah dalam bahasa Melayu di Aceh pada tahun 1603. Penulisnya Bukhori Al-Jauhari.

2. Busanumatina
Kitab Busanumatina diduga sebagai naskah saduran dari kitab Persi Gujarat, Penulisnya Nurudin Arraniri. Kitab tersebut termasuk kitab petunjuk bagi raja-raja dan para bangsawan pada masa lalu.

3. Kitab Risalah Kitab Risalah berisi keajaiban yang berhubungan dengan rukun Islam dan rukun iman.
4. Riwayat para nabi dan rasul
Buku-buku ini meliputi riwayat-riwayat para nabi seperti nabi Adam, hingga nabi Muhammad SAW.

5. Hikayat Pahlawan-Pahlawan Islam
Hikayat pahlawan-pahlawan Islam antara lain Hikayat Nabi Bercukur, Hikayat Muhammad mengajar Anaknya fatimah, Hikayat Nabi Ibrahim, Hikayat Nabi Daud, Hikayat Nabi Sulaiman, Hikayat Nabi Musa dan Hikayat Nabi Ayub

Cerita Berbingkai

Bentuk prosa lama menurut susunan ceritanya terdapat cerita berbingkai. Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya terdapat cerita-cerita yang dituturkan oleh pelaku pelakunya Cerita pokok atau cerita utama sebagai bingkai dan di dalamnya terdapat beberapa cerita lagi.

Prosa Baru

Prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat.

Bentuk-bentuk Prosa baru

Bentuk bentuk prosa baru sebagai berikut.

1. Roman

Roman adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utama dengan segala suka dukanya. Dalam roman pelaku utama sering diceritakan mulai dari kanak-kanak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Roman mengungkap adat istiadat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh, alurnya bercabang-cabang banyak digresi pelanturan. Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut.

Roman sering disebut novel. Istilah roman dipakai sejak pengaruh sastra Belanda dan Prancis masuk kedalam sastra Indonesia sebelum Perang Dunia II. Istilah novel dipakai setelah Perang Dunia II yang mendapat pengaruh dari sastra Inggris dan Amerika. Cerita novel lebih singkat dari pada roman.

Ciri-ciri roman sebagai berikut.
a. Menceritakan kehidupan pelaku-pelakunya sejak kecil hingga meninggal dunia
b. Biasanya merupakan cerita panjang.
c. Terdapat beberapa insiden yang memengaruhi jalan cerita.
d. Terdapat konflik sehingga menimbulkan perubahan nasib,
e. Terdapat beberapa alur.

Perwatakan dan penokohan dilukiskan secara mendalam. Berdasarkan kandungan isinya roman dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut.
a. Roman Sosial

Roman sosial menceritakan corak kehidupan dan penghidupan masyarakat adat istiadat kebiasaan kepercayaan kepincangan kehidupan dalam masyarakat-masyarakat kota dan masyarakat desa.

b. Roman Bertendens
Roman bertendens mengungkapkan tendens atau tujuan tertentu agar keadaan menjadi lebih baik. Misalnya tujuan tersebut untuk mendobrak adat lama yang menghambat kemajuan.

c. Roman Sejarah
Roman sejarah berhubungan erat dengan peristiwa sejarah baik tahun maupun pelakunya.

d. Roman Psikologi
Roman psikologi mengutamakan pengungkapan tokoh-tokoh pelaku dari aspek kejiwaan. Roman tersebut mengungkapkan pergolakan jiwa, batin dan pendirian para tokoh dalam cerita.

e. Roman Detektif
Roman detektif isinya mengungkapkan peristiwa bersifat detektif mencerita kan kelihaian akal pikiran pelaku melakukan taktik tertentu untuk membantu dan memenangkan pihak yang benar.

f. Roman Adat
Roman adat menceritakan penentangan adat lama dengan adat baru. Adat lama dianggap tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan dengan kaum muda yang ingin merombak adat lama yang dianggap mengekang dan menghambat kemajuan.

g. Roman Percintaan
Roman percintaan mengisahkan hubungan percintaan antara pria dan wanita dengan berbagai rintangan dan cobaan-cobaan. Melalui percobaan penderitaan dan perjuangan yang teguh akhirnya jalinan cinta kedua insan itu terpadu.

h. Roman Anak
Anak Roman anak-anak menceritakan dunia anak-anak yaitu perilaku kecerdikan pengalaman dan suka duka anak-anak.

i. Roman Simbolik
Roman simbolik adalah roman yang isi dan maksudnya di lambangkan atau disimbolkan oleh sesuatu yang dikisahkan atau diceritakan.

2. Novel

Novel adalah fiksi yang menceritakan kejadian luar biasa yang dialami oleh pelakunya sehingga terjadi konflik yang menimbulkan perubahan nasib. Novel berasal dari bahasa Italia yaitu novella yang berarti barang baru berukuran kecil. Biasanya novel lebih pendek dari pada roman dan lebih panjang dari cerpen.

Ciri-ciri novel sebagai berikut.
a. Menceritakan sebagian kehidupan luar biasa b. Terjadi konflik sehingga menimbulkan perubahan nasib pelakunya
c. Terdapat beberapa alur yang memengaruhi jalan cerita
d. Perwatakan dan penokohan diceritakan secara mendalam.

Sebagai bahan bacaan novel dibagi dua sebagai berikut.

a Novel Serius
Sebuah novel serius dituntut menjadi karya indah. Novel serius harus menarik dan memberikan hiburan kepada pembaca Ketika membaca novel ini pembaca asyik untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu novel serius pun mempunyai fungsi sosial. Novel serius mempunyai fungsi sosial karena novel ikut membina baik orang tua maupun masyarakat menjadi manusia lebih baik.

b. Novel Hiburan

Novel hiburan dibaca untuk kepentingan santai. Novel hiburan digemari oleh semua golongan masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Novel santai tersebut seperti novel detektif misteri, gothis, kriminal keilmuan.

Selain novel dikenal pula novelet. Novelet adalah cerita berbentuk prosa yang panjangnya antara novel dan cerita pendek. Bentuk novelet juga sering disebut sebagai cerita pendek yang panjang. Perbedaan novelet dengan cerita pendek yaitu novelet lebih luas cakupannya baik dalam plot tema dan unsur-unsur pembentuk karya sastra lain. Dalam praktik ukuran tebal novelet sekitar 60-100 halaman. Novelet biasanya dimuat dalam majalah tabloid atau surat kabar harian.

3. Cerpen

Cerita pendek atau disingkat cerpen adalah bentuk karya fiksi berupa kisah tentang manusia dan seluk beluknya lewat tulisan pendek. Menurut Burhan Nurgiyantoro cerpen merupakan sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk berkisar antara setengah sampai dua jam. Berbeda dengan tokoh novel tokoh dalam cerpen tidak mengalami perubahan nasib.

Sebuah cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh pertikaian peristiwa dan pengalaman. Tokoh dalam cerpen tidak mengalami perubahan nasib. Cerpen mempunyai ciri-ciri berikut.

  1. Panjang karangan lebih kurang sepuluh halaman.
  2. Tidak memerlukan banyak waktu untuk membacanya dan akan habis dibaca sekali duduk.
  3. Hanya memfokuskan satu tokoh yang mengalami konflik sampai pada penyelesaian. d. Masalan yang dihadapi tokoh relatif sederhana dan tidak berbelit-belit.
  4. Beralur tunggal dan lurus.
  5. Perwatakan tokoh dilukiskan sangat sederhana singkat dan tidak mendalam.

Macam-macam cerpen
Cerpen dibedakan menjadi tiga kriteria sebagai berikut.

a. Berdasarkan Panjang Pendek Cerita
Cerpen merupakan bentuk fiksi pendek. Biasanya berisi sekitar 500 sampai 10.000 kata. Kendati sama-sama pendek bukan berarti semua cerita pendek digolongkan sebagai cerpen. Panjang cerpen bervariasi.

Ada tiga macam variasi berdasarkan panjang pendeknya cerpen.

  1. Cerpen yang sangat pendek short short story biasa disebut dengan cermin cerpen mini. 
  2. Cerpen dengan panjang sedang middle short story yang selama ini dikenal sebagai cerpen. Contoh untuk cerpen-cerpen yang panjangnya sedang middle short story cukup banyak. misalnya Cerpen-cerpen yang di muat di surat kabar adalah salah satu contohnya.
  3. Cerita panjang long short story dan bisa digolongkan sebagai novelet atau novel kecil. Pada kenyataannya cerita panjang ini sekitar 15.000 kata sehingga sulit membedakan cerpen atau novelet. Kenyataan tersebut berbeda jauh dengan novel yang panjangnya minimal 60 halaman sekitar 20.000 kata. Selanjutnya cerpen long short story biasanya dimuat di majalah.

b. Berdasarkan jumlah Kata
Berdasarkan jumlah katanya cerpen dipatok sebagai karya sastra berbentuk prosa fiksi dengan jumlah kata berkisar antara 750 sampai 10.000 kata Berdasarkan jumlah katanya cerpen dapat dibedakan menjadi tiga tipe.

  1. Cerpen mini flash cerpen dengan jumlah kata antara 750-1.000 buah.
  2. Cerpen ideal cerpen dengan jumlah kata antara 3.000-4.000 buah.
  3. Cerpen panjang cerpen yang jumlah katanya mencapai angka 10.000 buah. Cerpen jenis ini sering ditulis oleh cerpenis Amerika Serikat Amerika Latin dan eropa pada kurun waktu 1940-1960.


c. Berdasarkan Tema dan Isinya
1. Cerpen Anak
Cerpen anak adalah cerita pendek yang ditulis untuk bacaan anak yang berisi mengenai kehidupan anak melukiskan perasaan dan menggambarkan pemikiran-pemikiran anak. Cerpen anak dapat dibaca di majalah dan tabloid anak misalnya majalah Bobo dan tabloid Fantasi. Cerpen anak juga dimuat di halaman khusus anak sejumlah surat kabar dan majalah umum. Selain itu cerpen anak sudah dibukukan dalam kumpulan cerpen anak.

2. Cerpen Remaja
Cerpen remaja merupakan cerpen yang bercerita tentang kehidupan remaja. Cerpen remaja dimuat di media massa tertentu halaman khusus remaja di surat kabar atau majalah. Majalah yang biasa memuat cerpen remaja adalah majalah remaja seperti Aneka Gadis dan Kawanku.

Cerpen remaja berkisah tentang kehidupan dunia remaja. Topik yang menarik untuk diangkat dalam cerpen remaja di antaranya persahabatan pernak-pernik cinta atau konflik dengan orang tua.

3. Cerpen Keluarga
Cerpen keluarga merupakan cerpen yang menceritakan kehidupan atau persoalan dalam keluarga. Cerpen keluarga biasanya dimuat di surat kabar tabloid wanita atau buku kumpulan cerpen.

4. Riwayat
Riwayat biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Biografi berisi tentang pengalaman hidup seseorang sejak kecil hingga dewasa bahkan sampai meninggal dunia Semua jasa karier hasil karya yang dihasilkan atau dilakukan oleh tokoh yang bersangkutan harus dituliskan.

5. Kritik
Kritik karya sastra merupakan pertimbangan baik dan buruknya karya sastra prosa, puisi dan drama dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu bersifat objektif dan menghakimi.

Syart- syarat dalam mengkritik sastra
Dalam mengkritik karya sastra ada beberapa syarat yang perlu diketahui. syarat-syarat kritik dalam karya sastra sebagai berikut.

  1. Kritikan diupayakan dapat membangun dan menaikkan tara kehidupan sastra.
  2. Kritikan harus bersifat objektif tanpa prasangka dan secara jujur dapat mengatakan yang baik itu baik dan yang kurang itu kurang.
  3. Kritikan harus mampu memperbaiki cara berpikir, cara hidup dan cara bekerja para sastrawan sebab kritik itu memberi pengaruh terhadap hasil karyanya. 
  4. Kritikan harus disemaikan dengan lingkup kebudayaan dan tata nilai yang berlaku serta memiliki rasa cinta dan tanggung jawab yang mendalam terhadap pembinaan kebudayaan dan tata nilai yang benar.
  5. Kritikan dapat membimbing pembaca berpikir kritis dan dapat menaikkan kemampuan apresiasi masyarakat terhadap sastra.


6. Esai
Esai merupakan salah satu bentuk wacana. Karangan esai adalah karangan prosa yang membahas satu masalah secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulis Karangan esai berbentuk singkat padat dan fokus pada objek yang dibahas. Esai disampaikan dengan bahasa ringan. Setiap penulis esai mempunyai gaya khas dalam membahas suatu masalah. Penulis esai berarti menyampaikan gagasan kepada pembaca agar pembaca mengetahui gagasan yang disampaikan.

Esai cenderung singkat padat dan terfokus pada objek yang ditulis. Esai menggunakan gaya bahasa yang sangat pribadi sesuai dengan karakter sang penulis Selain itu pilihan kata atau istilah yang digunakan pun sangat pribadi. Gaya bahasa dan pilihan kata yang digunakan pada esai ditentukan oleh penulis esai sendiri.

Objek esai boleh apa saja dari masalah kecil sampai masalah besar seperti masalah ekonomi kebudayaan sosial keamanan karya sastra atau politik.

Ada beberapa jenis esai sebagai berikut.

a. Esai deskriptif
b. Esai tajuk
c. Esai cukilan watak
d. Esai pribadi
e. Esai reflektif
f. Esai kritik

7. Resensi
Resensi adalah penilaian baik dan buruk suatu karya disertai ulasan dan alasan.
Resensi berasal dari bahasa Belanda resensie dan bahasa Latin resenseo yang berarti ulasan atau uraian tentang buku, film, drama, teater ataupun kaset. Ulasan resensi bersifat informatif mengenai pertimbangan mutu baik atau buruk suatu karya.

Resensi buku bertujuan memberikan rangsangan kepada pembaca agar membaca dan memiliki membeli buku tertentu. Resensi buku memiliki fungsi daya jual dan dapat membantu penerbit atau pengarang untuk memperkenalkan buku yang baru diterbitkan. Resensi juga digunakan untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai isi kebaikan dan kekurangan buku yang diulas.

0 Response to "Prosa Lama Dan Baru: Pengertian, Jenis dan Bentuknya "

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel