display litra

Pengertian Teks Deskripsi, Jenis, Struktur, Perincian, Cara Menulis dan Contoh (Lengkap)

A. Pengertian Teks Deskripsi

Deskripsi berasal dari kata Latin describere yang berarti menulis tentang atau membeberkan sesuatu. Menurut Gorys Keraf, ahli tata bahasa, dalam bukunya Deskripsi dan Eksposisi, teks deskripsi merupakan usaha penulis memindahkan kesan, memindahkan hasil pengamatan dan perasaan kepada pembaca. Sasaran yang ingin dicapai penulis deskripsi adalah menciptakan daya khayal (imaji) pembaca.

Teks deskripsi berisi penggambaran secara jelas dan terperinci suatu objek, tempat, atau peristiwa tertentu kepada pembaca. Berdasarkan penggambaran tersebut, pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan sendiri sesuatu yang dideskripsikan oleh penulis. Dengan demikian, pembaca memperoleh kesan mendalam terhadap tulisan tersebut.
Pengertian Teks Deskripsi, Jenis, Struktur, Perincian, Cara Menulis dan Contoh (Lengkap)
Sumber gambar
Pixabay

Berdasarkan tujuannya, deskripsi dibedakan menjadi deskripsi sugestif dan deskripsi teknis atau deskripsi ekspositoris. Deskripsi sugestif bertujuan menciptakan pengalaman pada diri pembaca. Pembaca berkenalan langsung dengan objek. Dalam deskripsi sugestif, penulis memilih sendiri kata-kata tepat untuk menggambarkan ciri, sifat, dan watak dari objek tersebut. Pemilihan kata tersebut mengarahkan sugesti tertentu pada pembaca. Dengan kata lain, deskripsi sugestif berusaha menciptakan penghayatan terhadap objek melalui imajinasi pembaca.

Dalam deskripsi ekspositoris atau deskripsi teknis bertujuan memberikan identifikasi atau informasi mengenai objek yang diamati. Pembaca dapat mengenali objek jika bertemu atau berhadapan dengan objek secara langsung. Dengan mengamati secara langsung, pembaca dapat menggambarkan objek secara terperinci.

B. Ciri-ciri Teks Deskripsi

Ada empat ciri pokok teks deskripsi. Ciri-ciri ini saling terkait.

1. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
2. Melibatkan kesan indra sehingga gambaran objek menjadi jelas.
3. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri terhadap objek yang diamati penulis.
4. Menjelaskan secara terperinci ciri-ciri objek, seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek.
Baca juga artikel terkait:

C. Struktur Teks Deskripsi

Teks deskripsi terdiri atas identifikasi dan deskripsi. Identifikasi berupa gambaran umum tentang suatu topik. Bagian deskripsi berisi ciri-ciri khusus benda, tempat, atau orang yang dideskripsikan.
Teks Deskripsi: Pengertian, Jenis, Struktur, Perincian, Cara Menulis dan Contoh (Lengkap)
Struktur teks deskripsi

D. Perincian Teks Deskripsi

Teks deskripsi menjelaskan tempat, waktu, dan orang.

1. Teks Deskripsi Tempat (Spasial)

Teks deskripsi tempat (spasial) adalah teks yang melukiskan ruang atau tempat suatu peristiwa berlangsung. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar ruang tersebut tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca.

Contoh:

Kini setelah direnovasi, stasiun kereta api x sangat luas, bersih, dan rapi. Ruangan yang dahulu digunakan untuk restorasi diubah menjadi ruang tunggu dalam. Kursi di peron sudah diganti kursi dari stainless. Di setiap sudut ruangan terdapat tempat sampah. Ada beberapa kamar mandi bersih. Di sebelah kamar mandi itu tampak musala dengan lantai permadani.

Sebelum mendeskripsikan latar tempat, penulis terlebih dahulu menetapkan beberapa pokok persoalan dasar untuk menyusun deskripsi. Pokok persoalan tersebut seperti berikut.

a. Suasana Hati

Suasana hati bisa menggambarkan isi pikiran atau karakter seorang penulis. Penulis bisa saja menonjolkan kesan teratur, sepi, ribut, atau berantakan.

Contoh:

Ruang kelas itu tampak kotor. Kertas-kertas berserakan di lantai serta buku-buku menumpuk di meja. Kursi-kursi tampak tak beraturan. Tampak pula papan tulis penuh coretan tak berarti.

Suasana hati yang akan ditonjolkan oleh penulis mengenai tempat itu adalah suasana berantakan.

b. Bagian Relevan

Penulis harus memilih bagian-bagian paling relevan untuk menggambarkan suasana hati itu. Kegagalan dalam menyeleksi akan mengakibatkan pembaca tidak dapat menciptakan kembali suasana hati.

Contoh:

Ruang kelasku berukuran 7 mx12 m. Bangku-bangku tertata rapi empat ke samping delapan ke belakang. Ada satu meja untuk guru di depan pojok samping berlawanan dengan pintu. Ada dua jendela di sisi kanan dan kiri dinding. Jendela tersebut menambah sejuknya ruang kelasku.

c. Urutan Penyajian

Urutan penyajian dapat dimulai dari keadaan paling menarik, lalu bergerak ke keadaan biasa.

Contoh:

Kelas kami rapi. Taplak mei a tertata di meja guru. Papan tulis bersih. Berderet-deret gambar pahlawan terpajang rapi di dinding. Meja dan kursi selalu teratur rapi. Akan tetapi, di sudut kelas tergeletak sapu yang mengganggu pandangan mata.

2. Teks Deskripsi Waktu

Teks deskripsi waktu adalah deskripsi yang menggambarkan urutan waktu. Berdasarkan gambaran tersebut pembaca akan mengetahui
urutan kejadian yang berhubungan dengan urutan waktu.

Contoh:

Bel tanda pulang sekolah belum berbunyi, tetapi siswa kelas VII SMP Kusuma di Kepulauan Seribu sudah berhamburan menuju pantai. Sepuluh siswa di antaranya membuka seragam dan masuk ke laut. Mereka mengambil rangkaian pipa paralon berbentuk seperti meja dari dasar laut. Di atasnya terdapat anyaman kawat dengan sejumlah terumbu karang. Mereka melihat hasil pembiakan karang yang dilakukan minggu kemarin. Siang itu para siswa tersebut sedang mempraktikkan mata pelajaran yang membahas terumbu karang.

3. Teks Deskripsi Orang

Pendeskripsian orang akan menceritakan secara terperinci orang yang bersangkutan. Mendeskripsikan orang dapat dilakukan melalui berbagai cara, yaitu dengan memilih aspek yang akan dideskripsikan seperti berikut.

a. Bidang Milik

Penulis dapat menggambarkan seseorang dengan mengemukakan apa saja yang dimiliki, misalnya pakaian, rumah, mobil, atau uang.

Contoh:

Maya akan pergi ke pesta. Baju yang dikenakan Maya bagus dan mewah. Ia pergi ke pesta bersama teman-temannya. Mereka pergi ke pesta dengan mengendarai mobil.

b. Bidang Fisik

Penulis menggambarkan kondisi fisik tokoh, contoh: gemuk, tampan, cantik, tinggi, atau semampai.

Contoh:

Kirana memiliki wajah cantik. Rambutnya hitam dan panjang. Tinggi tubuhnya semampai. Ia tinggal di Perumahan Tanjung Asri. Selain cantik, hatinya sangat baik. Ia juga ramah terhadap siapa pun. Pantas saja banyak teman laki-laki menyukainya.

c. Bidang Perasaan

Penulis menggambarkan perasaan seseorang, misalnya halus, kasar, malu, ramah, atau marah.

Contoh:

Pak Handi selalu berkata halus kepada siapa pun. Ia pun bersikap sopan kepada semua tamunya. Jika ada teman istrinya datang ke rumah, ia menyambut dengan senang. Ia memperlakukan tamu istrinya dengan sopan.

d. Bidang Tindakan
Penulis menggambarkan tingkah laku seseorang.

Contoh:

Hari beranjak petang. Terdengar sayup-sayup suara azan. Tampak ibu-ibu berduyun-duyun membawa mukena dan sajadah. Tidak ketinggalan anak-anak mereka ikut serta. Mereka berjalan menuju musala. Mereka akan menunaikan ibadah.

e. Bidang Watak

Penulis memilih watak untuk dideskripsikan.

Contoh:

Ia selalu menyapa orang dengan ramah. Ia memperlakukan semua orang dengan sopan. Ia selalu menolong tetangga yang membutuhkan. Ia tidak sombong walaupun punya pangkat dan kedudukan. Oleh karena itu banyak, orang yang menyukainya.

E. Menulis Teks Deskripsi

1. Menentukan Topik

Langkah paling awal membuat suatu karangan adalah menentukan tema atau topik karangan. Tema diartikan pokok pikiran, sedangkan topik adalah pokok pembicaraan. Apabila dilihat dari sudut sebuah karangan yang telah selesai disusun, tema adalah suatu amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangan. Dalam kenyataannya, untuk menulis karangan, penulis harus memilih suatu topik atau pokok pembicaraan. Dengan demikian, pada waktu menyusun sebuah tema untuk sebuah karangan ada dua unsur paling dasar yaitu topik atau pokok pembicaraan dan tujuan yang hendak dicapai melalui topik tersebut.

Contoh: Topik: keindahan alam Subtopik: keindahan Pantai Parangtritis


2. Menentukan Tujuan

Setiap kegiatan yang dilakukan tentu memiliki tujuan. Demikian juga dengan mengarang/ menulis, penulis tentu punya tujuan. Menetapkan tujuan tulisan penting sebelum menulis. Tujuan sangat berpengaruh dalam menetapkan bentuk, panjang, sifat, dan cara penyajian tulisan. Tujuan tulisan harus jelas. Tulisan yang tidak dilandasi tujuan jelas hanya mewujudkan tulisan buruk atau tidak dapat dipahami pembaca. Jadi, penetapan tujuan sangat membantu penulis dalam mengembangkan tulisan dan dapat memberikan arah kepada penulis. Dengan menetapkan tujuan jelas, penulis memperoleh gambaran persoalan yang akan ditulis. Penetapan tujuan jelas juga membangkitkan semangat penulis untuk merangkaikan kata-kata lebih jelas dan terarah.

Contoh:

Tujuan: menggambarkan keindahan Pantai Parangtritis

3. Mengumpulkan Informasi/Bahan

Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, penulis perlu mencari bahan berupa keterangan-keterangan berhubungan dengan topik tersebut. Kegiatan mengumpulkan bahan dapat dilakukan dengan cara observasi atau mengadakan pengamatan terhadap satu proses atau keinginan sesuatu yang diperlukan dan akan dijadikan sumber penulisan.


4. Membuat Kerangka Tulisan

Kerangka tulisan adalah garis besar cerita yang akan dituangkan pada sebuah tulisan. Sebelum menulis, seorang penulis perlu menetapkan kerangka tulisan. Kerangka tulisan merupakan pedoman atau acuan penulis sehingga dengan menggunakan kerangka tulisan alur cerita yang akan ditulis semakin jelas dan terarah. Jarang seseorang menuangkan isi pikiran sekaligus secara teratur, terperinci, dan sempurna tanpa sebuah kerangka tulisan.

Contoh:

Topik: keindahan alam

Sub topik : keindahan Pantai Parangtritis

Kerangka karangan:

a. Pemandangan di Pantai Parangtritis indah.

b. Air laut tampak jernih.

c. Pasir pantai terasa lembut.

d. Di sisi pantai terdapat pemandangan gunung kapur.

e. Banyak pengunjung berfoto dengan latar keindahan pantai.

f. Banyak wisatawan mancanegara menikmati keindahan pantai dengan naik delman.

g. Pantai Parangtritis tidak pernah sepi pengunjung.

5. Mengembangkan Kerangka Karangan

Setelah kerangka karangan disusun, tahap selanjutnya mengembangkannya menjadi sebuah tulisan utuh. Pengembangan kerangka karangan dilakukan satu per satu. Dalam penulisan atau pengembangan kerangka karangan ada beberapa unsur yang harus diperhatikan. Unsur-unsur tersebut merupakan penilaian baik tidaknya hasil karangan yang dibuat. Unsur-unsur tersebut adalah isi gagasan yang dikemukakan, organisasi isi (urutan peristiwa), tata bahasa, pilihan struktur dan kosakata, serta penggunaan tepat ejaan.


0 Response to "Pengertian Teks Deskripsi, Jenis, Struktur, Perincian, Cara Menulis dan Contoh (Lengkap)"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel