Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri-ciri, Struktur, Rincian Teks, Bahasa Teks dan Cara Penulisan Teks Eksplanasi

A. Pengertian Teks Eksplanasi 

Teks Eksplanasi adalah jenis teks yang menjelaskan hubungan antara logika dan peristiwa. Teks Eksplanasi biasanya berisi laporan hasil penelitian yang disampaikan kepada khalayak. Teks Eksplanasi tidak hanya digunakan untuk menjelaskan hasil penelitian. Teks Eksplanasi juga dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa sederhana yang terjadi di sekitar manusia. Agar dapat menulis teks Eksplanasi, seseorang harus mengetahui seluk-beluk teks Eksplanasi lebih dalam.

Teks Eksplanasi adalah teks yang bertujuan untuk menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena alam dan fenomena sosial. Teks Eksplanasi ditulis untuk menjawab pertanyaan bagaimana atau mengapa. Pertanyaan bagaimana membutuhkan jawaban berupa deskripsi, sedangkan pertanyaan mengapa membutuhkan jawaban berupa penjelasan proses sebab-akibat. Sementara itu, teks Eksplanasi termasuk dalam jenis teks nonfiksi. Sebagai jenis teks nonfiksi, teks Eksplanasi ditulis berdasarkan fakta, bukan rekaan atau khayalan penulis.
Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri-ciri, Struktur, Rincian Teks, Bahasa Teks dan Cara Penulisan Teks Eksplanasi
Teks Eksplanasi

Teks Eksplanasi ditulis untuk berbagai tujuan. Teks Eksplanasi sering ditulis untuk menjelaskan fenomena alam. Terdapat berbagai fenomena alam yang terjadi di dunia ini, misalnya pergantian musim. Fenomena alam terjadi di sekeliling manusia, seperti angin topan, tanah longsor, dan metamorfosis tumbuh-tumbuhan. Fenomena alam juga dapat terjadi di luar angkasa, seperti proses terjadinya komet, revolusi planet-planet di tata surya, dan badai matahari.

Selain menjelaskan fenomena alam, teks Eksplanasi juga bertujuan untuk menjelaskan fenomena sosial. Sebagaimana fenomena alam, fenomena sosial dapat pula diamati di lingkungan sekitar manusia. Beragam fenomena sosial terjadi dalam masyarakat. Salah satu fenomena sosial adalah gotong royong. Fenomena sosial dapat berupa peristiwa positif atau negatif. Fenomena sosial bersifat positif adalah kegiatan menyantuni fakir miskin. Sementara itu, fenomena sosial bersifat negatif adalah tawuran antar pelajar.

Sesungguhnya, fenomena alam dan fenomena sosial saling berkaitan. Jika manusia bertingkah laku secara negatif, fenomena sosial buruk pun terjadi. Fenomena tersebut akan memicu munculnya fenomena alam yang negatif pula. Sebagai contoh, salah satu fenomena sosial negatif adalah kebiasaan masyarakat membuang sampah di sungai. Kebiasaan masyarakat tersebut mengakibatkan munculnya fenomena alam negatif, misalnya banjir. Sampah menumpuk dapat menyumbat aliran sungai. Ketika hujan turun, sungai tidak dapat mengalirkan air ke laut. Air yang tidak tertampung di sungai meluap ke permukiman warga.

Banjir dapat mengakibatkan fenomena sosial lainnya. Sebagai contoh, kelaparan dan wabah penyakit melanda korban banjir sehingga banyak orang meninggal dunia. Dengan demikian, baik fenomena alam maupun fenomena sosial perlu diteliti agar masyarakat dapat memahami penyebab, proses, dan akibatnya. Hasil penelitian tersebut diumumkan kepada masyarakat. Salah satu caranya adalah melalui tulisan-tulisan Eksplanasi.

B. Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Teks Eksplanasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Struktur terdiri atas pernyataan umum, proses, dan penutup.
2. Memuat informasi sesungguhnya/fakta.
3. Memuat informasi bersifat keilmuan.

C. Struktur Teks Eksplanasi 

Secara garis besar, struktur teks Eksplanasi sama dengan struktur teks lainnya. Teks Eksplanasi juga terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, isi, dan penutup. Namun, struktur teks Eksplanasi memiliki kriteria khusus. Bagian pendahuluan berisi pernyataan umum. Bagian isi berupa penjelasan proses/deretan penjelasan. Sementara itu, bagian penutup dapat berisi simpulan pada teks fenomena sosial, pernyataan penutup pada teks fenomena alam, atau interpretasi.

1. Pernyataan Umum

Bagian ini merupakan bagian paling awal dalam teks Eksplanasi. Pernyataan umum berisi gambaran umum suatu aspek atau peristiwa. Dalam bagian ini, pembaca dapat mengetahui gambaran isi teks, misalnya teks tersebut menjelaskan proses terjadinya tunas kelapa.

2. Penjelasan Proses

Di bagian inilah proses sekaligus hubungan sebab akibat aspek atau peristiwa dijelaskan. Penjelasan tersebut bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa. Banyak istilah teknis muncul di bagian ini. Kadang-kadang istilah teknis disertai penjelasan artinya, khususnya istilah keilmuan yang jarang digunakan.

Tidak semua teks Eksplanasi menjelaskan proses sekaligus hubungan sebab-akibat. Sebagian teks Eksplanasi hanya menjelaskan proses terjadinya suatu peristiwa. Teks Eksplanasi jenis ini kadang-kadang tidak disertai penjelasan hubungan sebab-akibat.

3. Penutup

Bagian paling akhir ini muncul dalam teks Eksplanasi setelah pertanyaan bagaimana atau mengapa terjawab. Namun, tidak semua teks Eksplanasi menggunakan bagian penutup. Teks Eksplanasi yang menjelaskan proses terjadinya suatu aspek atau peristiwa kadang-kadang tidak menggunakan penutup.
Baca juga artikel terkait:

D. Perincian Teks Eksplanasi 

Teks Eksplanasi mengungkap peristiwa atau fenomena di sekitar lingkungan. berdasarkan fenomenanya, teks Eksplanasi dibagi dua, yaitu teks Eksplanasi bertema fenomena alam dan teks Eksplanasi bertema fenomena sosial.

Fenomena Alam Contoh: badai angin puting beliung

Fenomena alam yang dibahas pada kutipan tersebut adalah terjadinya angin puyuh. Teks Eksplanasi tersebut membahas pernyataan umum berupa jenis-jenis angin puyuh. Kemudian, dijelaskan proses terjadinya angin puyuh. Bagian terakhir yaitu menjelaskan informasi akibat dari angin puyuh.

Fenomena Sosial
Contoh: musim kering yang begitu lama

Teks Eksplanasi tersebut membahas bencana musim kering. Pernyataan umum pada teks Eksplanasi menginformasikan bahwa musim kering menyebabkan penderitaan masyarakat, seperti kelaparan. Kemudian, dijelaskan proses-proses terjadinya kekeringan. Bagian akhir dalam teks Eksplanasi tersebut membahas cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi kelaparan. Masalah kelaparan menyebabkan kemiskinan.

E. Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi 

1. Teks Eksplanasi Menggunakan Istilah-istilah Teknis 

Istilah teknis adalah istilah berkaitan dengan bidang ilmu tertentu. Jika sebuah teks Eksplanasi menjelaskan fenomena sosial, istilah-istilah teknis di bidang sosial akan digunakan. Kadang-kadang arti istilah teknis ini jarang diketahui oleh pembaca. Pembaca dapat menemukan arti istilah-istilah teknis tersebut di Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI). Jika tidak ada, pembaca dapat mencarinya di kamus istilah. Kamus istilah adalah kamus khusus berisi istilah-istilah di bidang tertentu. Istilah-istilah teknis juga sering diganti menjadi istilah-istilah populer. Penggantian ini dilakukan agar pembaca awam mudah memahami teks.

2. Teks Eksplanasi Menggunakan Kalimat Aktif dan Pasif


Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan. Contoh kalimat aktif adalah Masyarakat membersihkan rumah dari abu vulkanik Gunung Kelud. Dalam kalimat tersebut, masyarakat melakukan pekerjaan, yaitu membersihkan rumah dari abu vulkanik Gunung Kelud. Sebaliknya, kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan. Contoh kalimat pasif adalah Rumah dibersihkan oleh masyarakat dari abu vulkanik Gunung Kelud. Dalam kalimat tersebut, rumah dikenai pekerjaan, yaitu dibersihkan oleh masyarakat.

Ada perbedaan antara susunan kalimat aktif dan kalimat pasif dalam bahasa Indonesia. Kalimat aktif memiliki predikat kata kerja/verba bermakna 'melakukan pekerjaan'. Predikat tersebut diawali dengan imbuhan me-. Kalimat aktif memiliki susunan subjek, predikat, dan objek. Dalam contoh sebelumnya, masyarakat merupakan subjek. Membersihkan merupakan predikat. Rumah merupakan objek.

Kalimat pasif memiliki predikat kata kerja/verba berawalan di-. Subjek dalam kalimat aktif menjadi objek dalam kalimat pasif. Sebaliknya, objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif. Susunan unsur-unsur kalimat aktif ini dapat dilihat dalam contoh kalimat Rumah dibersihkan oleh masyarakat dari abu vulkanik Gunung Kelud.

3. Teks Eksplanasi Menggunakan Kalimat Tanya (Interogatif) dan Kalimat Berita (Deklaratif)

Kalimat tanya adalah kalimat yang mengandung makna pertanyaan. Sementara itu, kalimat berita adalah kalimat yang mengandung pernyataan tertentu. Kalimat tanya diakhiri tanda tanya, sedangkan kalimat berita diakhiri tanda titik.

Perhatikan contoh berikut!
a. Mengapa hujan turun?
b. Hujan turun karena pengaruh curah hujan tinggi.

Kalimat a merupakan contoh kalimat tanya. Sementara itu, kalimat b merupakan contoh kalimat berita.

4. Teks Eksplanasi Ditulis untuk Menjawab Pertanyaan Bagaimana

Kata tanya bagaimana membutuhkan jawaban berupa proses terjadinya sesuatu. Teks Eksplanasi ditulis untuk menjelaskan suatu fenomena atau peristiwa. Oleh karena itu, penulis teks Eksplanasi harus menguasai bidang yang ditulisnya. Contohnya, teks Eksplanasi tentang proses terjadinya gempa bumi sebaiknya ditulis oleh ahli geologi.

5. Teks Eksplanasi Ditulis untuk Menjawab Pertanyaan Mengapa

Kata tanya mengapa membutuhkan jawaban berupa penjelasan sebab-akibat. Dengan kata lain, teks Eksplanasi tidak hanya menjelaskan proses, tetapi juga menjelaskan hubungan sebab-akibat. Oleh karena itu, penulis teks Eksplanasi harus dapat menganalisis proses terjadinya sesuatu. Hasil analisis tersebut dipaparkan dalam sebuah teks Eksplanasi.

6. Teks Eksplanasi

Ditulis Berdasarkan Hasil Penelitian Ilmiah
Penelitian dapat dilakukan oleh penulis ataupun orang lain. Jika penelitian dilakukan oleh orang lain, penulis cukup mengutip hasil penelitian tersebut dalam teks. Penulis menjadikan hasil penelitian tersebut sebagai sumber referensi. Untuk menghargai jasa peneliti tersebut, penulis dapat mencantumkan nama sang peneliti sebagai orang yang mengemukakan pendapat yang dikutip.

F. Menulis Teks Eksplanasi 

1. Menentukan Topik

Sebuah teks tidak akan pernah ada tanpa topik. Teks tersebut ditulis untuk menjelaskan topik tertentu. Dalam teks yang baik akan dibahas sebuah topik utama secara fokus. Topik tersebut merupakan landasan penulis dalam menjabarkan uraiannya.

Dalam menentukan topik perlu diperhatikan beberapa aspek. Pertama, topik harus menarik. Topik menarik dipilih berdasarkan fenomena yang sedang dibicarakan masyarakat. Salah satu contohnya, di suatu daerah baru saja terjadi fenomena hujan es. Penulis pun memilih topik tentang proses terjadinya hujan es.

Kedua, topik yang dipilih disesuaikan dengan bidang studi penulis. Penulis yang ahli di bidang fisika sebaiknya memilih topik tentang fenomena alam. Jika penulis belum menguasai bidang tertentu, penulis dapat memilih topik yang disukainya.

Ketiga, pilih topik yang jarang ditulis orang lain. Topik tentang proses terjadinya hujan sudah sering ditulis. Penulis dapat memilih topik lain tentang hujan. Salah satunya adalah proses terjadinya hujan es di Indonesia.

2. Mengumpulkan Referensi

Referensi merupakan bahan yang digunakan untuk mendukung penulisan teks. Sebelum menulis teks, bahan referensi dikumpulkan lebih dahulu. Referensi-referensi tersebut dijadikan pegangan penulis dalam menyatakan pendapat. Dengan kata lain, tidak semua aspek yang akan ditulis dalam teks berasal dari pendapat penulis.

Referensi dapat berupa skripsi, tesis, disertasi, buku, laporan penelitian, jurnal, atau makalah ilmiah. Pada zaman modern ini, referensi tersebut tersedia di internet. Oleh karena itu, penulis dapat mengakses situs-situs internet tertentu untuk menemukannya. Penulis juga dapat berkunjung ke perpustakaan atau ke toko-toko buku.

3. Menyusun Kerangka Teks

Kerangka teks adalah gambaran pola yang akan dikembangkan. Kerangka tersebut dibentuk mulai dar yang sederhana hingga rumit. Secara sederhana, kerangka teks hanya terdiri atas tiga pembagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Di setiap bagian tersebut diberi sub-sub topik. Secara lebih rumit, penulis membuat kerangka lebih detail. Penulis menentukan jumlah paragraf dan membuat kalimat utama setiap paragraf.

Penulis juga menambahkan ilustrasi contoh-contoh yang diperlukan. Kemudian, penulis melengkapinya dengan catatan rujukan ke referensi-referensi yang pernah dibaca.

Dalam membuat kerangka teks, sesuaikan dengan struktur teks Eksplanasi, yaitu pernyataan umum, penjelasan proses, dan penutup. Dengan kata lain, penulis mengisi bagian pendahuluan dengan pernyataan umum. Penjelasan proses terdapat di bagian isi teks. Sementara itu, bagian penutup dapat diisi dengan simpulan, pernyataan umum, atau interpretasi.

Jika kerangka sudah selesai dibuat, penulis akan lebih mudah menjalani proses menulis. Kerangka teks tersebut berfungsi sebagai panduan bagi penulis. Penulis cukup mengikuti pola yang telah dibuatnya dalam kerangka teks. Namun, kerangka teks bukan patokan baku. Penulis dapat mengembangkannya sedemikian rupa. Saat proses penulisan, penulis dapat mengurangi atau menambahi beberapa aspek dalam kerangka teks. Jadi, struktur teks Eksplanasi yang sudah selesai akan berbeda dengan kerangka yang semula dibuat.

Post a Comment for "Pengertian Teks Eksplanasi, Ciri-ciri, Struktur, Rincian Teks, Bahasa Teks dan Cara Penulisan Teks Eksplanasi"