3 Jenis Pertandingan yang di Pertandingkan Dalam Karate dan Peraturannya

Siapa yang tidak mengenal olahraga karate ini? Semua orang tahu bahwa karate merupakan olahraga yang populer, dan karate tentunya banyak di minati karena dapat di jadikan pembela dari dengan tangan kosong. Karate selalu hadir dalam berbagai ajang misalnya olimpiade, pertandingan tingkat dunia, asia dan lain-lain. Untuk lebih mengetahui jenis pertandingan dan peraturan dalam karate yuk.. Simak penjelasan di bawah ini.

Pertandingan karate 

Pertandingan karate dibagi atas 3 (tiga) jenis yaitu:
1. Kata (Jurus)
2. Kumite (Perkelahian)
3. Kihon (peragaan teknik)
3 Jenis Pertandingan yang di Pertandingkan Dalam Karate dan Peraturannya
Karateka
Sumber gambar: Pixabay

Pertandingan Kata (Jurus) 

1. Peraturan pertandingan
  • Pertandingan KATA terdiri dari pertandingan perorangan dan tim (beregu). Pertandingan tim terdiri dari pertandingan antar tim yang terdiri dari tiga orang. Setiap tim terdiri dari putra dan putri. Pertandingan perorangan KATA terdiri dari pertandingan perorangan secara terpisah dalam bagian putra dan putri. 
  • Dalam pertandingan KATA sistem eliminasi dengan refenchange akan diterapkan. 
  • Para kontestan diharapkan untuk menampilkan pertandingan KATA WAJIB (SHITPJ) dan pertandingan KATA BEBAS (TOKUI) selama pertandingan. KATA yang digunakan akan sesuai dengan aliran Karatedo yang diakui oleh WKP berdasarkan oleh sistim Goju, Shito, dan Wade. 
  • Ketika menampilkan SHETEI KATA, tidak diperbolehkan melakukan variasi.
  • Ketika menampilkan TOKUI KATA, kontestan dapat memilih kata yang akan dimainkan, variasi ringan diperbolehkan sepanjang diperbolehkan aliran yang bersangkutan. 
  • Tabel skor akan menampilkan pilihan KATA dari setiap periode dan setiap ronde. 
  • Kontestan menampilkan KATA yang berbeda pada setiap putaran. Sekali KATA sudah mainkan maka tidak boleh diulang. 
  • Dalam refenchange boleh menampilkan SHITEI atau TOKUI. 
  • Pada final, pertandingan KATA beregu atau tim dua tim finalis akan menampilkan kata pilihan mereka dari kata tokui dalam cara yang normal.  Kemudian mereka akan menampilkan satu demonstrasi dari arti kata (BUNKAI), waktu yang diizinkan untuk demonstrasi BUNKAI adalah 5 (lima) menit. Pencatat waktu akan mulai penghitungan pada saat peragaan dimulai dengan peragaan awal BUNKAI KATA dan berhenti sesudah BUNKAI ditampilkan, tim yang melebihi 5 (lima) menit akan didiskualifikasi, penggunaan peralatan tradisional dan perlengkapan lainnya tidak diizinkan. 
Pada pertandingan kata yang diperagakan adalah keindahan gerak dari jurus, baik untuk putera maupun putri. Sesuai dengan Kata pilihan atau Kata wajib dalam peraturan pertandingan.

Para peserta harus memperagakan Kata wajib. Bila lulus, akan mengikuti babak selanjutnya dan dapat memperagakan Kata pilihan.

Pertandingan dibagi menjadi dua jenis: Kata perorangan dan Kata beregu. Kata beregu dilakukan oleh 3 orang. Setelah melakukan peragaan Kata , para peserta di haruskan memperagakan aplikasi dari Kata (bunkai).
Kata beregu dinilai lebih prestisius karena lebih indah dan lebih susah untuk dilatih.

Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui sebagai Kata Wajib adalah hanya 8 Kata yang berasal dari perguruan 4 Besar JKF, yaitu Shotokan, Wado-ryu, Goju-ryu and Shiro-ryu, dengan perincian sebagai berikut:
  • Shotokan : Kankudai dan Jion. 
  • Wado-ryu : Seishan dan Chinto. 
  • Goju-ryu : Saifa dan Seipai. 
  • Shito-ryu: Sejenchin dan Bassaidai. 
Karateka dari aliran selain 4 besar tidak dilarang untuk ikut pertandingan Kata JKF dan WKF, hanya saja mereka harus memainkan Kata sebagaimana dimainkan oleh perguruan 4 besar di atas.

2. Kriteria keputusan 

1) Pertandingan KATA harus ditampilkan dengan kemampuan dan harus mendemonstrasikan satu pemahaman yang jelas terhadap prinsip tradisional yang terkandung di dalamnya.

Dalam menilai penampilan kontestan (perorangan) atau  tim juri akan melihat pada:
  • Satu demonstrasi yang sebenarnya dari arti KATA. 
  • Pemahaman dari teknik yang digunakan (BUNKAI). 
  • Ketetapan waktu, ritme, kecepatan, keseimbangan, dan fokus kekuatan (KIME). 
  • Pernafasan yang baik dan benar sebagai penolong dalam hal KIME. 
  • Fokus perhatian yang benar (CHAKUGAN) dan konsentrasi. 
  • Kuda-kuda yang benar (DACHI) dengan penekanan pada kaki yang benar dan telapak kaki datar pada lantai. 
  • Penekanan yang baik pada perut (HARA) dan tidak ada gerak ke atas atau ke bawah dari pinggul ketika bergerak. 
  • Bentuk yang benar (KIHON) dari gaya yang ditampilkan. 
  • Penampilan juga harus dievaluasi dengan maksud untuk melihat hal-hal lainnya. Sebagaimana tingkat kesulitan dari KATA yang ditampilkan. 
  • Dalam KATA beregu sinkronisasi tanpa aba-aba eksternal adalah merupakan nilai lebih. 

Penjelasan
KATA adalah bukan penunjukan tarian atau gerakan sandiwara. KATA harus terkait dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip tradisional.

KATA harus realistis dalam artian perkelahian dan menampilkan konsentrasi, tenaga dan potensi dari dampak teknik yang dilakukan.

KATA harus menunjukkan kelembutan, tenaga, dan kecepatan seperti halnya kelembutan, ritme, dan keseimbangan.

Dalam KATA beregu semua anggota tim harus memulai KATA dengan menghadap arah yang sama dan menghadap pada Chief Jugde.

KATA beregu harus mendemonstrasikan kemampuan di semua aspek dari penampilan KATA dengan serempak.

2) Kontestan yang menampilkan variasi pada SHITEI KATA akan didiskualifikasi.

Penjelasan
Perintah untuk memulai dan menghentikan penampilan dengan cara menghentakkan kaki. pemukulan dada, tangan dan karategi dan mengeluarkan nafas yang tidak sewajarnya. semuanya merupakan contoh dari aba-aba tambahan dan harus dipertimbangkan oleh Panel Wasit saat mengambil keputusan.

3). Kontestan yang berhenti pada saat KATA berlangsung (SHITEI atau TOKUI) atau menampilkan KATA yang berbeda dengan yang diumumkan atau yang dicatat pada tabel skor akan didiskualifikasi.

Penjelasan: 
Merupakan tanggung jawab dari pelatih dan kontestan untuk memastikan bahwa kata yang didaftarkan pada tabel skor adalah sesuai untuk setiap ronde.

4). Kontestan yang menampilkan KATA yang tidak diizinkan atau mengulangi KATA akan didiskualifikasi.

Menurut standar JKF dan WKF, yang diakui setiap Kata Wajib adalah hanya 8 Kata yang berasal dari Perguruan 4 besar JKT: Shotokan  Wado-cyu, Coju-ryu dan Shito-ryu.

Peraturan Pertandingan Kumite 

World Karate Federation (WKF) mulai tahun 2009, memberlakukan peraturan baru tentang ketentuan usia dan nomor pertandingan Karate, baik yang dilakukan sendiri oleh WKF maupun AKF, dan pertandingan karate pada Multy Even Internasional. Sehubungan dengan hal tersebut, Pengurus Besar Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia (PB FORKI), melalui Surat Edaran Nomor 13/PB.FORKI SEKJEN/SE/I/09 tertanggal, 15 Januari 2009. tentang Peraturan Baru Pertandingan

Karate WKF. Yang ditujukan kepada Pimpinan Perguruan Karate, dan Pimpinan Pengurus Provinsi FORKI.

Adapun peraturan tersebut sebagai berikut:
1) Usia :
  • Usia kadet 14 & 15 tahun
  • Usia junior 16 & 17 tahun
  • Di bawah 21 tahun usia 18,19 & 20 tahun 
  • Senior usia Kata + 16 tahun. 
2) Pertandingan KADET:
  • Kadet Kata perorangan putra dan putri  
  • Kumite putra -52kg, -57kg, -63kg..-70 kg dan +70kg. 
  • Kumite kadet putri: 47 kg, 54 kg, dan 54 kg
3) Pertandingan JUNIOR:
  • Junior kata perorangan & Kata beregu putra & putri
  • Kumite putra 55 kg, 61 kg, 68 kg, -76 kg, + 76 kg 
  • Kumite junior putri: 48 kg, 53 kg, 59 kg, dan + 59 kg. 
4) Pertandingan di bawah usia 21 tahun:
  • Kumite putra 68 kg, -78 kg, +78 kg 
  • Kumite putri 53 kg, -60 kg, dan + 60 kg. 
5)  Untuk pertandingan SENIOR:
  • Kata perorangan & beregu putra & putri 
  • Kumite putra 60 kg, 67 kg, 75 kg, 84 kg, dan + 84 kg. 
  • Kumite putri terdiri dari 50 kg, 55 kg, -61 kg, 68 kg, dan + 68 kg. 
Pada kategori Kadet pertandingan kumite wajib MW Face Masker dan Body Protector. Waktu Pertandingan kumite untuk Kadet. Junior & Under 21 Tahun durasinya 2 (dua) menu (putra/putri). Waktu pertandingan kumite senior meliputi: babak penyisihan durasinya 3 (tiga) menit untuk putra dan dua menit untuk putri, pada babak final memperebutkan juara l dan final refenchange memperebutkan Juara tiga durasinya 4 (empat ) menit untuk putra dan 3 (tiga) menit untuk putri.

KETERANGAN

1. Pertandingan kumite dapat dibagi menjadi pertandingan tim/beregu dan pertandingan individu/perorangan, pertandingan perorangan selanjutnya dapat dibagi ke dalam divisi-divisi berat badan dan kategori terbuka. Divisi berat badan dapat dibagi ke dalam putaran-putaran. istilah putaran juga menggambarkan pertandingan kumite perorangan antara pasangan lawan dari anggota tim.

Penjelasan : 

Satu putaran adalah satu penampilan dalam satu pertandingan yang mengarah pada identifikasi akhir dari para finalis. dalam satu eliminasi pertandingan kumite. satu putaran mengeliminasi lima puluh persen dari kontestan dalam putaran ini, termasuk kekosongan kontestan (bye), dalam konteks ini putaran dapat diterapkan secara bersamaan pada satu panggung/arena apakah pada tahap elimmasi atau refenchange dalam 1 matrix atau pertandingan robin berputar, satu putaran memungkinkan satu kontestan untuk benda dalam satu poli untuk bertarjmg dalam sekali waktu.

2. Tidak ada kontestan yang dapat diganti dalam pertandingan perorangan.

3. Kontestan perorangan atau beregu yang tidak hadir ketika dipanggil akan didiskualifikasi (KIKEN) dari kategori ini.: Penjelasan :

Pemanggilan nama kontestan menyebabkan masalah pengucapan dan identifikasi. penomoran turnamen harus dialokasikan dan digunakan.

4. Dalam pertandingan beregu, setiap anggota tim harus telah terdaftar, tim putra terdiri dari 7 orang degan 5 orang yang bertanding selama satu putaran. tim putri terdiri dari 4 orang dengan 3 orang yang bertanding dalam setiap putaran.

5. Semua kontestan adalah semua anggota dari tim yang telah, didaftarkan, tidak ada anggota cadangan yang tidak terdaftar (tidak ada pendaftaran baru).

Penjelasan : 

Ketika berbaris sebelum pertandingan, satu tim harus menampilkan pemain yang sesungguhnya. Pemain dan pelatih yang tidak bertanding tidak akan dimasukkan dan akan ditempatkan pada arena yang terletak di sisi luar arena.

Tim putra supaya boleh bertarung, harus menghadirkan paling sedikit 3 peserta dan tim putri

paling sedikit 2 peserta, kalau jumlah kurang dari itu dinyatakan KIKEN.

6. Sebelum pertandingan satu wakil dari tim akan harus sudah menyerahkan ke meja petugas, formulir resmi yang menggambarkan nama-nama dan urutan pemain dari anggota tim peserta diambil dari tim yang jumlah anggotanya 7 atau 4, dan urutan bertarung mereka bisa diubah untuk setiap putaran, sehingga menghasilkan urutan bertarung baru yang sudah dilaporkan, tapi sekali dilaporkan tidak boleh diubah lagi sampai putaran itu selesai.

Pengelasan :

  • Formulir urutan pemain dapat diserahkan oleh pelatih atau pemain terpilih dari tim. Jika pelatih menyerahkan formulir, pelatih harus secara jelas teridentifikasi, kalau tidak ia akan ditolak. Daftar pemain harus sudah masuk nama, negara atau club, warna sabuk yang dialokasikan  kepada tim untuk pertandingan dari anggota tim. Baik nama-nama pemain dan nomor peserta turnamen dimasukkan dan formulir harus ditandatangani oleh pelatih atau wakil yang dipilih. 

7. Satu tim akan didiskualifikasi jika ada anggota atau pelatihnya merubah komposisi tim atau urutan pemain tanpa pemberitahuan tertulis sebelum pertandingan.

Penjelasan:

  • Jika terdapat kesalahan dalam pemanggilan nama dan kontestan yang salah terus bertanding maka pertandingan itu dinyatakan tidak sah, untuk menghindari kesalahan pemenang dari pertandingan harus mengkonfirmasikan kemenangan melalui petugas administrasi sebelum meninggalkan pertandingan. 

Itulah penjelasan mengenai 3 Jenis Pertandingan yang di pertandingkan dalam karate dan Peraturannya, semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca Terima kasih.

Post a Comment for "3 Jenis Pertandingan yang di Pertandingkan Dalam Karate dan Peraturannya"