display litra

Pengertian dan Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Perkembangan

A. Pengertian Bimbingan dan Konseling Perkembangan

Menurut Ahman (dalam Mamat Supriatna, 2011: 30), bimbingan dan konseling perkembangan adalah upaya pemberian bantuan kepada siswa yang dirancang dengan memfokuskan pada kebutuhan, kekuatan, minat, dan isu-isu yang berkaitan dengan tahapan perkembangan siswa dan merupakan bagian penting dan integral dari keseluruhan program pendidikan.
Pengertian dan Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Perkembangan
Bimbingan dan Konseling Perkembangan

Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa dalam bimbingan perkembangan lebih mengutamakan pertumbuhan aspek positif dari setiap individu, ketimbang menekankan pada orientasi krisis. Di samping itu, bahwa dalam bimbingan perkembangan melibatkan guru kelas, kepala sekolah, dan orang tua dalam kerja sama yang merupakan suatu tim bimbingan.

Menurut Muro dan Kottman (1995: 50-53) bimbingan dan konseling perkembangan adalah program bimbingan yang di dalamnya mengandung prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Bimbingan dan konseling dibutuhkan oleh seluruh siswa.
  2. Bimbingan dan konseling perkembangan memfokuskan pada pembelajaran siswa.
  3. Di dalam program bimbingan dan konseling perkembangan, konselor dan gum merupakan fungsionaris yang bekerja sama. 
  4. Kurikulum yang di organisasikan dan direncanakan merupakan bagian penting dalam bimbingan dan konseling perkembangan.
  5. Program bimbingan dan konseling perkembangan peduli dengan penerimaan diri, pemahaman diri, dan pengayaan diri.
  6. Bimbingan dan konseling perkembangan memfokuskan pada proses mendorong perkembangan siswa.
  7. Bimbingan dan konseling perkembangan lebih berorientasi kepada perkembangan yang terarah dari pada tujuan yang positif. 
  8. Bimbingan dan konseling perkembangan berorientasi tim dan mensyaratkan pelayanan dari konselor profesional yang terlatih. 
  9. Bimbingan dan konseling perkembangan peduli dengan identifikasi awal akan kebutuhan-kebutuhan khusus dari siswa. 
  10. Bimbingan dan konseling perkembangan berkenaan dengan psikologi terapan.
  11. Bimbingan dan konseling perkembangan memiliki kerangka dasar dari psikologi anak, psikologi perkembangan anak, dan teori belajar.
  12. Bimbingan dan konseling perkembangan bersifat fleksibel dan sekuensial (berurutan).

B. Asumsi Bimbingan dan Konseling Perkembangan

Model bimbingan dan konseling perkembangan memungkinkan konselor untuk memfokuskan tidak sekedar terhadap gangguan emosional klien, melainkan lebih mengupayakan pencapaian tujuan dalam kaitan penguasaan tugas-tugas

perkembangan, menjembatani tugas-tugas yang muncul pada saat tertentu, dan meningkatkan sumber daya dan kompetensi dalam memberikan bantuan terhadap pola perkembangan yang optimal dari klien. (Blocher, 1974: 79).

Menurut Myrick (dalam Muro dan Kottman, 1995: 49), berasumsi bahwa:

Developmemal guidance and counseling are based on the premise that human nature moves individuals sequentially and posilvelbz toward self-enhancemem

Menurut Blocher ( 1974: 5), bahwa asumsi dasar bimbingan dan konseling perkembangan yaitu perkembangan individu akan berlangsung dalam interaksi yang sehat antara individu dengan lingkungannya. Asumsi ini membawa dua implikasi pokok bagi pelaksanaan bimbingan dan konseling perkembangan di sekolah, yaitu:

1. Perkembangan adalah tujuan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu para petugas bimbingan dan konseling di sekolah perlu memiliki kerangka berpikir konseptual untuk memahami perkembangan siswa sebagai dasar perumusan isi dan tujuan bimbingan dan konseling.

2. Interaksi yang sehat merupakan suatu iklim perkembangan yang harus dikembangkan oleh petugas bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, petugas bimbingan dan konseling perlu menguasai pengetahuan dan khusus untuk mengembangkan interaksi yang sehat sebagai pendukung sistem peluncuran bimbingan dan konseling di sekolah. (Sunaryo Kartadinata, dkk., 1996: 10).

C. Tugas Perkembangan sebagai Dasar Bimbingan dan Konseling

Pemahaman terhadap tugas-tugas perkembangan siswa sangat berguna bagi pendidik. Havighurst (1961: 5) mengajukan dua alasan pentingnya pemahaman terhadap konsep tugas-tugas perkembangan bagi pendidik, yaitu:

First, it helps in discovering and starting the purposes of education in school. Education may be concived as effort of the socciety, through the school, to help the individual achiev certain of his develpmehtal tasks.

The second, us Ofconcept is in timing of educational efort. When the body is ripe, and society requires, and the self is ready to achieve a certain tasks, the teachable moment has come.

Mengacu pada dua alasan Havighurst tersebut, maka dalam kacamata bimbingan dan konseling pemahaman terhadap tugas-tugas perkembangan siswa sangat berguna bagi pengembangan program bimbingan dan konseling di sekolah, karena sangat membantu dalam menemukan dan menemukan tujuan program bimbingan dan konseling, dan menemukan kapan waktu upaya bimbingan dan konseling dapat dimulai.

Lebih jelas lagi dikemukakan oleh Ahman (dalam Mamat Supriatna, 2011: 38-39), bahwa layanan bimbingan dan konseling perkembangan bertujuan untuk membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangan yang berkaitan aspek pribadi sosial, pendidikan, dan karier sesuai dengan tuntutan lingkungan. Adapun penjelasan mengenai tiga aspek perkembangan tersebut sebagai berikut:

Dalam aspek perkembangan pribadi sosial, layanan bimbingan dan konseling membantu siswa agar:


  1. Memiliki pemahaman diri
  2. Mengembangkan sikap positif
  3. Membuat pilihan kegiatan secara sehat
  4. Mampu menghargai orang lain
  5. Memiliki rasa tanggung jawab
  6. Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi
  7. Dapat menyelesaikan masalah
  8. Dapat membuat keputusan secara baik.


Dalam aspek perkembangan pendidikan, layanan bimbingan dan konseling membantu siswa agar dapat:


  1. Melaksanakan cara-cara belajar yang benar 
  2. Menetapkan tujuan dan rencana pendidikan
  3. Mencapai prestasi belajar secara optimal sesuai bakat dan kemampuannya.
  4. Memiliki keterampilan untuk menghadapi ujian.


Dalam aspek perkembangan karier, layanan bimbingan dan konseling membantu siswa agar dapat:


  1. Mengenali macam-macam dan ciri-ciri dari berbagai jenis pekerjaan
  2. Menentukan cita-cita dan merencanakan masa depan
  3. Mengekplorasi arah pekerjaan
  4. Menyesuaikan keterampilan, kemampuan, dan minat dengan jenis pekerjaan.


D. Struktur Layanan Bimbingan dan Konseling Perkembangan Struktur layanan bimbingan dan konseling perkembangan meliputi empat komponen, yaitu: layanan dasar, layanan responsif, layanan perencanaan individual, dan dukungan sistem. (Uman Suherman AS, 2011: 24-28). Adapun mengenai penjelasan keempat komponen tersebut sebagai berikut:

1. Layanan Dasar

Layanan dasar bimbingan dan konseling perkembangan merupakan proses pemberian bantuan kepada semua siswa secara sistematis melalui kegiatan-kegiatan klasikal atau kelompok.

Layanan dasar bimbingan dan konseling perkembangan bertujuan membantu semua siswa agar mencapai tugas-tugas perkembangannya. Artinya, semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar bagi kehidupannya. Secara rinci tujuan layanan dasar bimbingan dan konseling perkembangan dirumuskan agar siswa:

a. Memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya, dan agama).

b. Mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya.

c. Mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya.

d. Mampu mengembangkan dirinya dalam mencapai tujuan hidupnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, para siswa diberi materi layanan yang berkaitan dengan aspek-aspek pribadi sosial, belajar, dan karirnya. Kesemuanya itu sebagai upaya membantu siswa dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Karena itu pemberian materi layanan harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangan siswa. Dalam memberikan materi layanan dasar bimbingan dan konseling perkembangan, konselor perlu kreatif untuk mencari sumber informasi yang secara kontekstual sesuai dengan kebutuhan siswa.

Layanan dasar bimbingan dan konseling perkembangan diberikan melalui jenis layanan pemberian informasi, dan diskusi atau sharing pendapat (brain storming). Pemberian informasi dan diskusi ini dalam pelaksanaannya mengacu kepada panduan atau paket bimbingan dan konseling, dan bahan-bahan lain yang relevan. Layanan informasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang berbagai aspek kehidupan (perkembangan pribadi, lingkungan pendidikan dan pekerjaan, serta kehidupan sosial budaya) yang berguna bagi pengembangan diri, penyesuaian diri, dan pengambilan keputusan. Sedangkan layanan diskusi atau curah pendapat, dapat memfasilitasi para siswa untuk belajar menghargai pendapat orang lain, bersikap respek terhadap orang lain, dan mengembangkan kepercayaan dirinya.

2. Layanan Responsif

Layanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki masalah dan kebutuhan khusus yang memerlukan pertolongan konselor dengan segera.

Layanan responsif bertujuan membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya, dan memecahkan masalah yang dihadapinya, baik berupa hambatan atau kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.

Materi bimbingan dan konseling tergantung kepada masalah atau kebutuhan siswa. Kebutuhan siswa berkaitan dengan keinginan mereka untuk memahami tentang sesuatu hal, karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya yang positif. Kebutuhan itu seperti keinginan mereka untuk memperoleh informasi tentang:

a. Pemahaman dan penerimaan diri dan lingkungan

b. Bahayanya pergaulan bebas, obat-obat terlarang, minuman keras, narkotika, ecstasy, dan putau.

c. Cara mengatasi kesulitan belajar

d. Cara memilih program studi yang cocok dengan kemampuan dan minat serta karirnya di masa depan.

Adapun masalah siswa berkaitan dengan berbagai ha] yang dialami atau dirasakan mengganggu kenyamanan hidupnya atau menghambat perkembangan dirinya yang positif, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Masalah siswa itu pada umumnya tidak mudah untuk diketahui secara langsung, namun dapat dipahami dari gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya.

Masalah-masalah (gejala masalah) yang mungkin dialami siswa, di antaranya:

a. Merasa cemas terhadap postur tubuhnya
b. Merasa cemas dalam menghadapi masa depan
c. Merasa rendah diri

d. Berperilaku impulsif (kekanak-kanakan)
e. Kurang mampu memilih dan membuat keputusan
f. Membolos dari sekolah
g. Malas belajar
h. Memiliki kebiasaan belajar yang negatif
i. Kurang bisa bergaul

Untuk memahami karakteristik dan kebutuhan serta masalah siswa, konselor hendaknya menganalisis terhadap data siswa yang diperoleh melalui:

a. Inventori tugas-tugas perkembangan/ITP
b. Presensi siswa
c. Wawancara
d. Observasi
e. Sosiometri
f. Daftar nilai atau leger siswa
g. Psikotes
h. Catatan khusus yang dibuat guru mata pelajaran atau wali kelas.

Melihat materi dan tujuan layanan responsif, maka fungsinya tidak seluruhnya kuratif, tetapi bisa juga berfungsi preventif, dan bisa dilakukan dengan secara individual maupun kelompok.

3. Layanan Perencanaan Individual

Layanan perencanaan individual diartikan sebagai proses bantuan kepada siswa agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depannya berdasarkan pemahaman akan kelebihan

dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya.

Layanan perencanaan individual bertujuan membantu siswa agar:

a. Memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya.

b. Mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir.

c. Dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang telah di rumuskannya.

Materi layanan perencanaan individual berkaitan erat dengan materi yang diberikan pada layanan dasar bimbingan dan konseling. Materi yang diberikan pada layanan dasar bimbingan dan konseling dapat membantu siswa untuk memahami dirinya dan lingkungannya. Karena materi bimbingan dan konseling secara umum telah diberikan pada layanan dasar bimbingan dan konseling, maka pada layanan perencanaan individual kegiatan para siswa difokuskan pada upaya menganalisis kelebihan dan kekurangan dirinya. Kegiatan ini merupakan dasar untuk merumuskan aktivitasnya dalam rangka mengembangkan atau memperbaiki sikap, minat/cita-cita, pemahaman, atau perilakunya. Karena itu layanan perencanaan individual lebih berfungsi sebagai pengembangan dan preventif.

Pelaksanaan layanan perencanaan individual dapat ditempuh melalui layanan bimbingan kelompok (diskusi), karyawisata, atau kunjungan ke dunia industri/perusahaan.

4. Dukungan Sistem

Ketiga komponen struktur layanan yang telah dikemukakan merupakan pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada siswa secara langsung. Sedangkan dukungan Sistem merupakan komponen layanan yang tidak langsung, yang kegiatannya meliputi: pemberian layanan dan kegiatan manajemen.

Pemberian layanan menyangkut: konsultasi dengan guru-guru, konsultasi/kerja sama dengan orang tua/masyarakat, berpartisipasi dalam merencanakan kegiatan-kegiatan sekolah, dan melakukan penelitian. Adapun kegiatan manajemen berkaitan dengan berbagai upaya untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan mutu program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling melalui: pengembangan program dan staf, pemanfaatan sumber daya masyarakat, dan pengembangan penataan kebijakan.

Itulah Pengertian dan Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Perkembangan, semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca. terima kasih

0 Response to "Pengertian dan Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling Perkembangan "

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel