display litra

Pengertian Manajemen, Fungsi, Manajemen Sebagai Ilmu dan Peran Manajemen Dalam Organisasi

Saat berbicara mengenai Pengertian Manajemen, Fungsi, Manajemen Sebagai Ilmu dan Peran Manajemen Dalam Organisasi, kita tidak bisa lepas dari kata manajer. Apakah yang ada di dalam benak Anda saat berbicara mengenai manajer? Apakah Anda berpikir mengenai seseorang yang mengelola suatu perusahaan besar yang sukses? Atau seseorang yang mengelola suatu organisasi nonprofit seperti perpustakaan ataukah seseorang yang bertanggung jawab atas suatu restoran, toko swalayan, atau bahkan toko kelontong? Semua orang tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu mereka bekerja di suatu organisasi, baik organisasi profit maupun nonprofit. Organisasi merupakan suatu kumpulan orang yang bekerja bersama dan mengoordinasikan tindakan mereka untuk mencapai berbagai macam tujuan dan hasil yang diinginkan pada masa depan (Jones and George, 2011: 45).

 

Manajemen: Pengertian, Fungsi, Sebagai Ilmu dan Peran Manajemen Dalam Organisasi
Manajemen


Pengertian Manajemen

Manajemen memiliki arti yang berbeda. Manajemen dapat dipandang sebagai ilmu (science) dan seni (art). Mengenai ilmu manajemen, dapat diberikan suatu pengertian yang cukup sederhana. llmu manajemen merupakan suatu ilmu yang mempelajari cara mencapai suatu tujuan dengan efektif serta efisien dengan menggunakan bantuan melalui orang lain. 

Menggunakan bantuan atau melalui orang lain dalam hal ini mencakup arti yang sangat luas, yaitu dapat berupa bantuan orang lain dalam wujud pemikiran, tenaga, serta dapat pula intuisinya. Sementara itu, pengertian efektivitas ataupun efisiensi dalam rangka mencapai tujuan organisasi dengan melalui orang lain pada dasarnya dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu ilmu manajemen (science) dan seni (art). Hal ini mempunyai arti bahwa dalam pelaksanaannya, misalnya pengaruh bakat kepemimpinan seseorang ikut pula memengaruhi. Sementara itu, masalah seni dalam manajemen hanya dapat terlihat apabila ilmu tersebut mulai dilaksanakan dalam kenyataan. Karena merupakan suatu perpaduan antara ilmu dan seni, manajemen dapat di ibaratkan sebagai suatu pekerjaan 

a. Pengertian Manajemen Menurut Beberapa Ahli

Berikut ini beberapa kutipan pendapat tentang pengertian manajemen. 

  1. Management as knowing exactly what you want to do and then seeing that they to do it in the best and cheapest way (Frederick Winslow Taylor Taylor, F.W. (1911). 
  2. Management as getting done through other (s).
  3. Management is the practice of determining what has to be done and accomplishing this goal in the best fashion through other people.
  4. Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating and controlling, performed to determine accomplish stated objectives by use of human being and other resources (G.R. Terry).
  5. Management is the art of getting thing done through the effort of the other people (Harold Koontz dan Cyril O‘donnel.
  6. Management is the art and science of proposing, organizing and directing human effort applied to control the forces and utilize the materials of nature for the benefit of man.
  7. Management is the coordination of production to meet the objectives of organization.
  8. Management props is the function in industry concerned in the exception of policy, within the limits set up by the administration, and employment of the organization for the particular objects set beforest.
  9. Management in business is the science and art of combining ideas, facilities, processes, materials and people to produce and market a worthy product or service profitably.
  10. Management in general as a technique by means of which the porposes and objectives of a particular human group are determined, clarified, and effectualed. 
  11. To manage is forecast and plan, to organize, to command, to coordinate and to control. 
  12. Management is the pianning, organizing, leading and controlling of human and other resources to achieve organizational goals efficientiy and effectively (Jones & George, 2011). 

Dari beberapa pengertian di atas dapat dikemukakan definisi yang lebih menekankan pada segi ilmu dan seni seperti yang dikembangkan oleh Manullang (2001). Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penempatan karyawan, pemberian perintah, dan pengawasan terhadap sumber daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu. 

Terry lebih menekankan pada segi proses atau manajernya yang berpendapat bahwa manajemen adalah soal proses tertentu yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan penggunaan setiap ilmu dan seni bersama sama dan selanjutnya menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan. 

Dari beberapa pengertian di atas, baik dari segi ilmu maupun seni, dapat disimpulkan bahwa manajemen merupakan proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan. Sumber daya organisasi yang dimaksud adalah seluruh aset yang dimiliki oleh organisasi, baik manusianya dan keterampilan, know how, serta pengalaman mereka, maupun mesin, bahan mentah, teknologi, Citra organisasi, paten, modal finansial, serta loyalitas pegawai dan pelanggan. 

Selain beberapa definisi tersebut, manajemen juga merupakan pengambilan keputusan (management is decision making). Hal itu dapat dilihat bagaimana seorang harus melakukan pekerjaan, misalnya pimpinan harus mengambil keputusan untuk menentukan pengembangan produk baru, menentukan pasar sasaran, memperluas usaha, menentukan strategi pemasaran, menerima, atau mengeluarkan karyawan dan berbagai pekerjaan yang lain. Pengertian ini bukan berarti bertentangan atau berbeda dari definisi-definisi terdahulu. Apabila kita simak kembali, managemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain. Dalam pengertian ini pun sudah dalam tampak adanya proses pengambilan keputusan antara lain manajer harus menentukan tujuan tertentu atau tujuan yang akan dicapai, kemudian menentukan pihak, waktu, dan cara melaksanakan pekerjaan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. 

Fungsi Manajemen

Beberapa definisi manajemen telah dikemukakan dan selanjutnya manajemen dapat ditinjau dari segi unsur unsurnya atau fungsi fungsinya. Beberapa pendapat tentang fungsi manajemen sejalan dengan definisinya, antara lain sebagai berikut. 

  1. Prof. Drs. Oey Liang Lee: Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, Pengkoordinasian, Pengontrolan.
  2. Koont O Donnel dan Niclander: Planning, Organizing, Staffing, Directing, Controlling. 
  3. Newman: Planning, Organizing, Assembling resources, Directing, Controlling. 
  4. Louis A. Alen: Memimpin, Merencanakan, Menyusun, Mengawasi.
  5. George R. Terry: Planning, Organizing, Actuating, Controlling. 
  6. Henry Fayol: Forecasting and Planning, Organizing, Commanding, Coordinating, Controlling. 
  7. Hebert G. Hicks: Creating, Planning, Organizing, Motivating, Communicating, Controlling.
  8. Luther Gulick disingkat POSDCORB: Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, and Budgeting. 

Apabila kita kutip berbagai pendapat tentang unsur-unsur dan, fungsi managemen, atau sering disebut fungsi-fungsi seorang manajer, tampaklah di antara planning dan controlling terdapat berbagai fungsi, seperti forecasting, creating, decision making, organizing, staffing, assembling, directing, commanding, leading, motivating, communicating, coordinating, reporting, dan budgeting. 

Manajemen Sebagai Ilmu

Pada dasarnya terdapat tiga komponen utama dalam definisi ilmu. Pertama, pengetahuan itu disistematiskan. Dalam hal ini, informasi diperoleh, diklasifikasikan, dan disimpan. Kedua, informasi dikumpulkan secara empiris dengan observasi yang sistematik terhadap fenomena yang relevan dengan eksperimentasi yang terkontrol, atau dengan menyimpulkan berdasarkan atas empirikal tersebut. Ketiga, bermaksud untuk mengembangkan pengertian terhadap topik yang dipelajari atau diselidiki. Dari ketiga komponen utama tersebut, dapat dirumuskan definisi ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang telah disistematiskan, serta telah dianalisis dan disintesiskan. serta telah menghasilkan dalil, hukum, kaidah yang dapat digunakan untuk menyusun hipotesis atau teori guna memecahkan masalah atau maksud tertentu. Selain itu, ilmu harus berfungsi dan bermanfaat bagi manusia. Pada umumnya, lima fungsi ilmu bagi manusia adalah: 

  • to understand (mengerti atau memahami),  
  • to explain (menjelaskan), 
  • to predict (meramalkan/memperkirakan masa yang akan datang),
  • to control (mengendalikan atau mengawasi), dan
  • to be happy (memberi kebahagiaan). 

Defenisi Manajemen Sebagai Ilmu

Menurut George R. Terry, ilmu manajemen adalah suatu kumpulan pengetahuan yang disistematikkan, yang dikumpulkan dan diterima dengan memberi referensi kepada pengertian kebenaran umum tentang manajemen. Sementara itu, Koontz, Torgensen, dan Weinstock menyebutkan ilmu manajemen, dan penulis lain menyebutkan teori manajemen. Menurut Kerlinger (Rowell 1997), tujuan pokok ilmu adalah menghasilkan teori dan termasuk untuk memperoleh pengertian, menerangkan, meramalkan, dan mengendalikan. 

Setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang secara sadar tentu ada tujuannya dan ada pula latar belakangnya. Di belakang setiap tindakan terletak suatu teori yang memberikan justifikasi terhadap tindakan yang dilakukan. Latar belakang tindakan seorang manajer adalah gagasan, cita cita, dan konsep, serta falsafah yang dianut, kaidah yang jadi pegangan, hipotesis, atau teori teorinya. 

Teori adalah suatu keterangan tentang sesuatu alasan terjadi dan cara terjadinya atau menerangkan tentang cara dan alasan seseorang berperilaku tertentu dalam suatu perangkat lingkungan tertentu. Dengan kata lain, teori adalah suatu kerangka yang menunjukkan hubungan antara fakta ketika teori disusun atas dasar fakta (bukan dugaan/spekulasi) atau merupakan penjelasan umum yang disusun secara sistematis mengenai dunia nyata yang dapat diterima dengan prosedur ilmu. Belajar ilmu manajemen untuk menghasilkan teori managemen yang digunakan sebagai pedoman kegiatan yang tepat dengan cara yang hemat dan mencapai tujuan seutuhnya atau secara efektif dan efisien.

Peran manajemen dalam Organisasi

Manajemen sebenarnya tidak hanya diperlukan dalam suatu perusahaan saja, tetapi sebaliknya setiap organisasi macam apa pun memerlukan manajemen, baik organisasi pemerintah maupun organisasi swasta. Bahkan, organisasi yang bergerak di bidang sosial, seperti panti asuhan, rumah sakit, pendidikan, dan berbagai panti dan lembaga sosial lainnya selalu memerlukan manajemen dalam setiap usahanya demi kelancaran tugas sehari harinya. 

Setiap organisasi dalam mencapai tujuan yang telah dicanangkan atau ditetapkan sebelumnya, akan berhasil bila organisasi tersebut mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen secara efektif dan efisien. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, fungsi-fungsi manajemen pada umumnya terdiri atas empat kegiatan, yaitu merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengawasi. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan beberapa kegiatan lain, seperti meramal, mengambil keputusan, staffing, assembling, memotivasi, melaporkan, menganggarkan, mengomunikasikan, dan lain sebagainya juga dapat dilakukan. Empat fungsi manajemen (Jones dan George) : 

1. Perencanaan (Planning) 

Seorang manajer dalam melakukan tugas perencanaan harus mengidentifikasi dan memilih tujuan atau sasaran dan arah tindakan organisasi yang tepat. Mereka juga harus mengembangkan strategi untuk mencapai kinerja yang tinggi. Terdapat tiga langkah yang terkait dalam proses perencanaan, yaitu 

  • memutuskan tujuan atau sasaran yang akan ditetapkan dan dicapai oleh organisasi, 
  • memutuskan strategi yang akan digunakan untuk mencapai tujuan atau sasaran, 
  • memutuskan cara mengalokasikan sumber daya organisasi yang akan digunakan dalam strategi untuk mencapai tujuan atau sasaran tersebut. 

Tingkat kinerja atau seberapa efektif dan efisien suatu organisasi ditentukan oleh seberapa baik manajer merencanakan dan mengembangkan strategi. 

2. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian merupakan kegiatan menyusun struktur hubungan kerja sehingga anggota organisasi dapat berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. 

3. Memimpin (Leading) 

Seorang manajer memimpin untuk membujuk anggota organisasi, khususnya bawahannya untuk mau bergabung dan bersama sama dengan manajer mengejar masa depan dan tujuan yang muncul dari langkah merencanakan dan mengorganisasikan. Dalam memimpin, seorang manajer mengomunikasikan visi organisasi yang jelas yang harus dicapai oleh anggota organisasi, serta mendorong dan memberdayakan anggota organisasi sehingga mereka memahami peran yang harus dilakukan dalam mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan melibatkan penggunaan kekuasaan, kepribadian, pengaruh, bujukan, dan keterampilan berkomunikasi seorang manajer untuk mengoordinasikan orang-orang dan kelompok sehingga aktivitas dan usaha mereka sejalan. 

4. Mengendalikan (Controlling) 

Tugas manajer dalam hal pengendalian berarti seorang manajer harus mengevaluasi dan yakin tindakan yang dilakukan oleh anggota organisasi benar-benar menggerakkan organisasi ke arah tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan. Manajer harus mengevaluasi seberapa baik organisasi dalam mencapai tujuan atau sasarannya dan mengambil langkah korektif yang diperlukan dalam menjaga dan meningkatkan kinerja organisasi. Manajer harus memonitor kinerja individu, departemen, dan organisasi secara keseluruhan untuk melihat tujuan standar kinerja mereka yang diinginkan telah tercapai.

Daftar Pustaka

Jhon suprihanto. Manajemen. Yogyakarta. Gadjah Mada university Press. 2014

Itulah Pengertian manajemen fungsi dan manajemen sebagai ilmu, semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih

0 Response to "Pengertian Manajemen, Fungsi, Manajemen Sebagai Ilmu dan Peran Manajemen Dalam Organisasi"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel